BAB sembarangan bisa bikin balita stunting

BAB sembarangan bisa bikin balita stunting kok bisa?

Untuk upaya pencegahan stunting pada anak, kondisi dan prasarana sanitasi selalu dipandang sebelah mata. Kebanyakan masyarakat berpikir jika persoalan sanitasi bisa ditangani belakangan. Padahal sebetulnya kondisi sanitasi yang buruk bisa berdampak fatal bagi kesehatan lingkungan sekitar, bahkan salah satunya bisa memicu stunting pada balita.

Menurut pendapat dari Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, stunting tidak hanya dipicu asupan gizi yang tidak mencukupi, namun juga sanitasi yang buruk. Salah satu unsur sanitasi yang baik yaitu dengan tidak BAB sembarangan, atau yang selama ini digalakkan pemerintah dengan kampanye Stop BAB Sembarangan.

Masalah BAB sembarangan memang menjadi tantangan tersendiri di berbagai daerah, umumnya di wilayah perkotaan yang mempunyai perkampungan padat penduduk atau perkampungan bantaran sungai. Biasanya mereka melakukan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan alasan yang terdengar klasik yaitu tidak adanya fasilitas MCK yang memadai.

BAB sembarangan bisa bikin balita stunting

BAB sembarangan bisa bikin balita stunting

Permasalah ini membuat suatu daerah atau provinsi gagal mencapai 100% Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang ditetapkan Kemenkes. Resiko yang muncul jika masyarakat sering BAB sembarangan bisa bikin balita stunting.

Apa hubungan BAB sembarangan dan stunting?

Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, BAB sembarangan dapat berpengaruh pada asupan nutrisi yang tidak optimal. Berdasarkan data Kemenkes, pada tahun 2019 akses sanitasi baru 78% dari sekitar 65 juta kepala keluarga di Indonesia. Artinya masih ada 15 juta KK yang masih melakukan perilaku BAB sembarangan di tempat terbuka.

Masalah jamban dengan saluran pembuangan yang salah juga bisa menjadi salah satu masalah BAB sembarangan bisa bikin balita stunting yang disoroti pemerintah. Selain itu, jamban dengan septic tank yang tidak disedot secara rutin dengan baik memungkinkan terjadinya kebocoran septic tank yang dapat mencemari air tanah di sekitar.

Ketika ibu hamil atau anak pada periode emas pertumbuhannya mengkonsumsi atau membersihkan diri menggunakan air tanah yang telah tercemar kotoran manusia tersebut, maka resiko terkena penyakit stunting sangat besar. Resiko terkena stunting ini ditandai ketika anak mulai mengalami gangguan pencernaan berkepanjangan diantaranya diare kronis, tifus, cacingan sampai hepatitis.

Selama ini sakit diare dianggap sebagai perkara sepele, padahal jika gangguan pencernaan ini terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan akibatnya anak bisa terkena stunting. Karena tubuh kehilangan nutrisi – nutrisi yang diperlukan, sehingga asupan gizinya tidak terpenuhi.

Kasus kekurangan nutrisi yang berlarut merupakan gerbang awal dari stunting pada anak. Masalah ini juga memicu terjadinya tifus yang dapat membuat anak kehilangan nafsu makan dan memperbesar risiko anak terkena stunting.

BAB sembarangan dapat menyebabkan cacingan

Tinja atau kotoran manusia merupakan media berkembangnya bibit penyakit menular, salah satunya cacing. Infeksi cacing (cacingan) berhubungan erat dengan perilaku buang air besar sembarangan. Kotoran akibat BAB sembarangan yang berada di lingkungan terbuka adalah lahan subur perkembangbiakan cacing. Umumnya telur cacing bertahan di lingkungan yang lembab, kemudian berkembang menjadi telur infektif.

Telur cacing infeksi yang ada di tanah bisa saja terbawa masuk ke dalam pencernaan anak lewat mulut. Biasanya anak – anak yang bermain tanah dan tidak langsung mencuci tangan memiliki resiko yang besar terinfeksi cacing. Apabila cacing berkembangbiak pada tubuh si kecil yang akan berakibat pada periode emas pertumbuhan anak akan menempel pada usus dan menyerap zat – zat nutrisi pada tubuh.

Apabila kondisi ini terus menerus dibiarkan, balita akan mengalami kekurangan gizi yang bisa membuat anak terkena stunting. Begitu juga pada ibu hamil yang terkena cacingan, untuk itu upaya cegah stunting sudah dimulai sejak kehamilan atau 1.000 hari pertama kehidupan.

Itulah pembahasan lengkap mengenai BAB sembarangan bisa bikin balita stunting. Semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah wawasan Anda dan juga bisa membantu mencegah penyakit stunting pada anak.

Posted in Tips & Trik and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *