Apa itu sanitasi? ini dia pengertian jenis dan manfaatnya
Sanitasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tetapi sering kali diabaikan atau kurang mendapatkan perhatian yang seharusnya. Padahal, sanitasi memegang peran kunci dalam menjaga kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat banyak. Dengan menerapkan sanitasi yang baik, kita bisa terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak higienis.
Namun masih banyak orang yang mungkin belum memahami secara mendalam apa itu sanitasi jenis – jenis sanitasi, serta manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari praktik sanitasi yang benar. Oleh sebab itu, pada artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai pengertian sanitasi, jenis – jenisnya, dan manfaat penting dari sanitasi yang baik untuk kehidupan manusia dan lingkungan sekitar.

Apa itu sanitasi pengertian jenis dan manfaatnya
Pengertian apa itu sanitasi
Sanitasi dapat didefinisikan sebagai serangkaian tindakan yang bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dengan mengelola faktor – faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan manusia. Faktor – faktor ini meliputi air, udara, tanah, serta pengelolaan limbah rumah tangga atau industri. Tujuan utama dari sanitasi adalah mencegah penyebaran penyakit yang dapat disebabkan oleh lingkungan yang tercemar atau kotor. Misalnya, air yang terkontaminasi oleh limbah dapat menjadi media bagi penyebaran berbagai penyakit menular, seperti diare, kolera, hingga tifus.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sanitasi merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan global. WHO memperkirakan bahwa lebih dari 1,7 miliar orang di seluruh dunia masih kekurangan akses terhadap fasilitas sanitasi dasar. Fasilitas sanitasi dasar di sini mengacu pada akses terhadap toilet yang layak, saluran pembuangan air yang memadai, serta pengelolaan limbah yang baik. Lebih dari itu, ada sekitar 494 juta orang di dunia yang masih melakukan buang air besar secara terbuka, sebuah praktik yang sangat berbahaya karena dapat menyebarkan penyakit dengan sangat cepat.
Selain itu, WHO juga melaporkan bahwa sekitar 10% populasi dunia masih mengonsumsi makanan yang diairi dengan air limbah, yang tentu sangat berbahaya bagi kesehatan. Dengan demikian, sanitasi yang buruk tidak hanya mempengaruhi kesehatan individu, tetapi juga dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. Kesehatan masyarakat yang buruk akan mengurangi produktivitas, menambah beban sistem kesehatan, serta memperparah ketimpangan sosial di masyarakat.
Jenis – jenis sanitasi
Sanitasi memiliki beberapa jenis yang berbeda, tergantung pada kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat setempat. Setiap jenis sanitasi memiliki karakteristik dan cara pengelolaan yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis sanitasi yang umum diterapkan dalam masyarakat:
- Sanitasi dasar
Sanitasi dasar merujuk pada standar minimum sanitasi yang harus dipenuhi oleh setiap rumah tangga untuk memastikan lingkungan yang bersih dan sehat. Standar ini mencakup penyediaan air bersih, fasilitas toilet yang memadai, tempat sampah yang dikelola dengan baik, serta sistem saluran pembuangan limbah yang tepat. Sanitasi dasar sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit melalui kontak langsung dengan limbah manusia atau hewan.
Di beberapa negara berkembang, sanitasi dasar sering kali masih menjadi masalah besar. Misalnya, banyak masyarakat di daerah pedesaan yang tidak memiliki akses ke toilet yang layak, sehingga mereka terpaksa buang air besar di tempat terbuka. Ini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi juga merusak lingkungan sekitar.
- Sanitasi berbasis wadah
Sanitasi berbasis wadah adalah sistem pengelolaan limbah manusia yang dilakukan dengan cara mengumpulkan kotoran dalam wadah tertutup yang kemudian dipindahkan ke tempat pengolahan. Sistem ini sering kali digunakan di daerah yang tidak memiliki sistem saluran pembuangan yang terintegrasi atau di daerah dengan populasi yang padat, seperti di kota – kota besar.
Toilet portabel adalah salah satu contoh dari sanitasi berbasis wadah. Toilet ini biasanya digunakan pada acara – acara besar atau di tempat – tempat yang tidak memiliki fasilitas toilet permanen. Meskipun sederhana, sistem ini sangat efektif dalam mencegah kontaminasi lingkungan oleh limbah manusia.
- Sanitasi lingkungan
Sanitasi lingkungan merupakan upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan secara lebih luas. Ini mencakup pengelolaan limbah padat, air limbah, serta pengendalian polusi udara dan tanah. Tujuan dari sanitasi lingkungan adalah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, yang bebas dari sumber – sumber penyakit.
Sanitasi lingkungan juga melibatkan peran pemerintah dalam mengatur dan mengawasi sistem sanitasi publik. Misalnya, pembuangan sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari sungai atau danau, yang kemudian akan merusak ekosistem air dan mengganggu kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga sanitasi lingkungan yang baik.
- Sanitasi berbasis masyarakat
Sanitasi berbasis masyarakat bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam hal kebiasaan sanitasi, khususnya di daerah yang masih sering melakukan buang air besar sembarangan. Dalam pendekatan ini, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam pembangunan dan pemeliharaan fasilitas sanitasi, seperti toilet umum, tempat sampah, dan saluran pembuangan air limbah.
Pendekatan berbasis masyarakat lebih menekankan pada pentingnya edukasi dan perubahan perilaku. Misalnya, di beberapa daerah, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan dan tidak buang air besar di tempat terbuka. Program – program sanitasi berbasis masyarakat juga sering kali melibatkan partisipasi aktif dari tokoh – tokoh masyarakat untuk memberikan contoh dan mendorong perubahan perilaku yang lebih baik.
- Sanitasi kering
Sanitasi kering adalah jenis sanitasi yang tidak menggunakan air sebagai media untuk mengangkut limbah manusia. Sistem ini biasanya menggunakan toilet kering, di mana feses dan urine dipisahkan dan diolah secara terpisah. Sistem ini sangat berguna di daerah – daerah yang memiliki keterbatasan air bersih.
Sanitasi kering juga lebih ramah lingkungan karena tidak memerlukan penggunaan air dalam jumlah besar. Selain itu, limbah yang dihasilkan dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian.
- Sanitasi ekologis
Sanitasi ekologis adalah sistem yang bertujuan untuk mengolah limbah manusia menjadi sumber daya yang dapat digunakan kembali, seperti pupuk organik atau energi terbarukan. Dalam sistem ini, limbah manusia tidak dibuang begitu saja, tetapi diolah dengan teknologi khusus untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.
Salah satu teknologi yang digunakan dalam sanitasi ekologis adalah penguraian limbah dengan bantuan mikroorganisme, yang dapat mengubah limbah organik menjadi kompos atau biogas. Biogas yang dihasilkan dari proses ini dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
- Sanitasi darurat
Sanitasi darurat adalah jenis sanitasi yang digunakan dalam situasi darurat, seperti bencana alam atau krisis kemanusiaan. Dalam situasi ini, fasilitas sanitasi permanen mungkin tidak tersedia, sehingga diperlukan sistem sanitasi sementara yang dapat dengan cepat dibangun dan dioperasikan.
Sanitasi darurat biasanya melibatkan penggunaan toilet portabel, tangki septik sementara, serta pengelolaan limbah tinja secara cepat dan efektif. Fasilitas sanitasi darurat sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit di daerah pengungsian atau wilayah bencana.
Manfaat sanitasi yang baik
Sanitasi yang baik memberikan banyak manfaat yang signifikan, baik bagi kesehatan individu maupun masyarakat. Berikut ini adalah beberapa manfaat utama dari sanitasi yang baik:
- Mencegah penyakit menular
Manfaat sanitasi yang paling jelas adalah mencegah penyebaran penyakit menular yang sering kali disebabkan oleh lingkungan yang kotor. Penyakit seperti diare, kolera, tifus, dan polio merupakan contoh penyakit yang dapat dicegah dengan praktik sanitasi yang baik. Dengan mengelola limbah manusia dengan tepat dan menjaga kebersihan lingkungan, risiko penyebaran penyakit melalui air, makanan, atau kontak langsung dapat diminimalisir.
- Meningkatkan kualitas hidup
Sanitasi yang baik memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat. Akses yang mudah ke fasilitas sanitasi, seperti toilet yang bersih dan tempat cuci tangan, membantu masyarakat hidup lebih nyaman dan terhindar dari kondisi lingkungan yang tidak sehat. Selain itu, sanitasi yang baik juga mendukung pertumbuhan ekonomi, karena masyarakat yang sehat lebih produktif.
- Meningkatkan kualitas air
Sanitasi yang baik dapat mencegah pencemaran sumber air oleh limbah manusia atau limbah industri. Air yang bersih sangat penting untuk kebutuhan sehari – hari, seperti minum, memasak, dan mencuci. Dengan sanitasi yang baik, kita dapat menjaga ketersediaan air bersih yang sangat penting untuk kesehatan manusia dan kelestarian ekosistem.
- Mengurangi kerusakan lingkungan
Sanitasi yang buruk dapat merusak lingkungan, terutama melalui pencemaran tanah, air, dan udara. Dengan mengelola limbah secara tepat, polusi dapat dikurangi, sehingga lingkungan menjadi lebih sehat dan lestari. Sanitasi yang baik juga berkontribusi pada upaya pelestarian alam dan menjaga keanekaragaman hayati.
- Meningkatkan kesehatan masyarakat
Dengan sanitasi yang baik, masyarakat dapat terhindar dari berbagai penyakit menular. Ini akan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan, dengan menurunnya angka kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan sanitasi yang buruk. Di samping itu, lingkungan yang bersih dan sehat juga akan meningkatkan produktivitas masyarakat karena mereka tidak sering sakit.
Contoh praktik sanitasi yang baik
Salah satu contoh praktik sanitasi yang baik adalah penggunaan septic tank yang berkualitas. Septic tank berfungsi untuk mengolah limbah manusia sebelum dibuang ke lingkungan. Jika septic tank tidak dikelola dengan baik, limbah dapat mencemari air tanah dan lingkungan sekitarnya, yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bahwa septic tank dipelihara dan diperiksa secara berkala.
Selain itu, pengelolaan sampah yang baik juga merupakan contoh sanitasi yang penting. Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, serta mendaur ulang sampah yang dapat digunakan kembali, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang mencemari lingkungan. Misalnya, di beberapa kota besar, program daur ulang sampah telah menjadi bagian penting dari kebijakan sanitasi yang berkelanjutan.
Sanitasi memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan sanitasi yang baik, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalisir, kualitas air dapat terjaga, dan lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman untuk dihuni. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap individu dan komunitas untuk memperhatikan sanitasi dalam kehidupan sehari – hari.
Praktik sanitasi yang baik tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan biaya yang besar, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan, sehingga penting untuk memastikan bahwa sanitasi menjadi prioritas utama dalam pembangunan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.