Berkah untuk tukang gali sumur
Ketika musim kemarau tiba menjadi berkah untuk tukang gali sumur jika pada musim hujan pekerjaan menggali sumur ini hanya bisa dikerjakan setiap tiga hari dalam seminggu ataupun jarang mendapatkan order gali sumur karena kendala cuaca hujan yang akan memperlama proses pengerjaan dan juga ketika musim hujan kondisi air akan berlimpah berbeda ketika sudah memasuki musim kemarau. Jika pada musim kemarau pesanan untuk pekerjaan ini bisa datang setiap hari.
Salah seorang tukang gali sumur di Bekasi Pak Kusno usia 50 tahun, menerangkan pada musim kemarau dirinya harus mengerjakan satu lubang per hari. Bahkan pekerjaan ini membuat dirinya sangat sibuk dibandingkan ketika musim hujan. saat musim hujan pesanan yang datang kebanyakan hanya untuk penggalian sumur rumah baru.
“Sekarang ini kan musim kemarau saya setiap harinya bisa mengerjakan satu lubang sumur, alhamdulilah berkah untuk tukang gali sumur setiap hari saya bisa kerja terus. Kalau nggak ngantuk mungkin nggak tidur ini mah,” Kata Pak Kusno kepada kami.

Berkah untuk tukang gali sumur
Pekerjaan tersebut biasanya dikerjakannya bersama empat orang rekannya dengan maksimal waktu pengerjaan selama setengah hari. Pekerjaan menggali ini akan membutuhkan waktu yang lama bila dalam tanah ditemukan batu yang besar. Untuk memindahkannya dan menggali lubang tersebut lebih dalam, Kusno dan rekannya pun bisa menghabiskan waktu selama dua hari.
Namun, itu bergantung pada lokasi pengerjaannya. Apabila di tempat yang sempit, ia harus menggali secara manual sehingga prosesnya pun menjadi lebih lama. Sementara, di tempat yang lebih lega, Kusno dan rekannya pun bisa menggunakan mesin bor. “Kalau rumahnya sempit-sempit, ya pakai manual. Tempatnya lega bor langsung 2 pk. Kalau ada batu pakai mesin saya itu nggak bisa, harusnya manual. Jadinya lama,” kata Kusno.
Cara penggaliannya pun dengan menggunakan bor yang diputar secara manual. Jika dengan menggunakan mesin, akan lebih gampang untuk memasang pipa ke dalam lubang. Mesin tersebut, kata Kusno, bernama mesin dompeng. Nantinya saat pengeboran dengan alat, rekan-rekannya hanya tinggal menyambungkan pipa yang akan dimasukkan ke dalam lubang.
Pekerjaan ini dilakukan Kusno setiap hari bersama empat hingga enam orang rekannya. Pada hari biasa, Kusno akan dibantu dengan empat orang rekannya. Sementara, pada hari libur, bisa ada lima hingga enam orang yang membantunya. Kedua pekerja tambahan tersebut di hari biasa bekerja sebagai buruh pabrik sehingga baru bisa membantu penggalian lubang pada hari libur.
Untuk biaya jasa, Kusno mengaku tidak mematok harga pas. Semua biaya tergantung yang ditawarkan ke konsumen. Apalagi jika ada pelanggan yang ia kenal dengan baik. “Itu timbang nggak enak jadi bayar seberapa aja saya mau. Kita kan timbang-timbang orangnya,” kata Kusno.
Secara umum, Kusno mematok harga minimal Rp 2 juta untuk jasa galinya. Harga tersebut tidak termasuk dengan biaya alat, seperti pompa, jet pump, dan lainnya. Jika konsumen meminta alat yang bagus, biaya tersebut bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. “Itu bagaimana lokasinya lah. Kalau yang gampang, nggak banyak batu, nggak mahal. Minimal harga saya paling mentok Rp 2 juta,” jelasnya.
Nantinya dari penghasilan tersebut, kusno akan menggaji rekan – rekannya yang ikut berkerja dengannya sebesar Rp 300 ribu atau RP 400 ribu per orang per harinya.
Kusno yang bertempat tinggal di Jl Gang H Lamben RT 02 RW 06 kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, ini mengaku mendapatkan pesanan gali sumur dari berbagai lokasi di Kota bekasi. Namun kebanyakan pesanan tersebut memang lebih banyak dari daerah Bekasi Timur.
Musim kemarau memang membawa berkah untuk tukang gali sumur untuk itu, kusno berharap musim kemarau sedikit lebih lama. “Tapi, ya hujan ada rezekinya sendiri,” Katanya.