Bisnis minyak jelantah dengan peluang yang menggiurkan

Bisnis minyak jelantah dengan peluang yang menggiurkan

Sebelum Anda memulai melakukan bisnis minyak jelantah, ketahui dahulu apa itu minyak jelantah serta tips memulai bisnisnya. Minyak jelantah secara sederhana bisa diartikan sebagai minyak yang sudah digunakan lebih dari dua atau tiga kali penggorengan.

Oleh sebab itu, minyak ini dikategorikan sebagai limbah sebab bisa merusak lingkungan dan merugikan kesehatan. Anda bisa menemukan minyak jelantah dalam industri pemrosesan makanan seperti rumah makan dan restoran cepat saji, serta di sekala rumah tangga sebagai hasil dari kebutuhan masak sehari – hari.

Bisnis minyak jelantah dengan peluang yang menggiurkan

Bisnis minyak jelantah dengan peluang yang menggiurkan

Amankah menggunakan minyak jelantah?

Anda boleh saja menyimpan minyak jelantah untuk kemudian digunakan kembali. Tetapi, jangan lupa untuk menyaring minyak tersebut menggunakan saringan kopi atau kain katun tipis. Tujuanya adalah untuk memisahkan minyak dengan remahan atau sisa makanan dari penggorengan sebelumnya.

Penting untuk diingat juga bahwa minyak jelantah tidak boleh digunakan lebih dari 2 kali penggorengan. Sebab, komposisi kimia pada minyak jelantah sudah mengandung senyawa karsinogenik (yang bisa menjadi penyebab kanker) akibatnya proses penggorengan terus – menerus.

Anda harus memahami bahwa memakai kembali minyak jelantah berarti kualitasnya juga akan semakin turun.

Bagaimana cara mengetahui minyak yang sudah tidak layak dikonsumsi?

Anda bisa memeriksa terlebih dahulu kondisi minyak dengan cara paling gampang yaitu dengan mencium baunya. Jika sudah berbau idak sedap, Anda harus menggunakan minyak baru dan mengalihkan kegunaan minyak jelantah tersebut untuk kepentingan lain.

Selain itu Anda juga dapat menilai kualitas minyak jelantah berdasarkan warnanya. Semakin gelap dan pekat warnanya, maka akan semakin buruk kualitas minyak jelantah tersebut.

Apakah minyak jelantah dapat dimanfaatkan?

Minyak jelantah sebenarnya masih memiliki nilai guna. Minyak jelantah sebagai limbah masih dapat Anda manfaatkan mulai dari untuk keperluan rumah tangga hingga industri.

Di sinilah peluang bisnis minyak jelantah bisa Anda ambil. Untuk kepentingan rumah tangga, minyak jelantah dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain selain memasak.

Minyak jelantah misalnya bisa dimanfaatkan sebagai alat pelumas rumah tangga, seperti untuk engsel. Minyak ini juga dapat digunakan untuk menghilangkan noda cat di kulit dan bisa juga digunakan sebagai pupuk kompos tanaman.

Sedangkan di bidang industri, minyak jelantah bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Hal ini karena minyak jelantah memiliki nilai pasar yang cukup tinggi.

Minyak jelantah memiliki harga yang relatif tinggi. Ini disebabkan daur ulang minyak jelantah dapat menghasilkan produk turunan berupa biodiesel.

Biodiesel ini kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pengganti minyak solar untuk mesin diesel pada alat transportasi maupun industri.

Tahukan Anda, jika Indonesia adalah negara yang rajin melakukan ekspor minyak jelantah? Pada tahun 2019, Indonesia sudah mengekspor minyak jelantah sebanyak 184.090 kiloliter dengan harga US$90,23 juta.

Bisnis minyak jelantah ini sendiri sudah mulai ada di beberapa kota. Di dalam bisnis ini, konsep penerapan ekonomi kreatif diterapkan dalam bidang daur ulang minyak jelantah.

Tidak disangka – sanga, produk limbah yang banyak terbuang sebetulnya dapat menghasilkan uang. Peluang besar ini yang kemudian mendorong banyak orang mulai tertarik ikut terjun dalam dunia bisnis minyak jelantah ini.

Manfaat bisnis minyak jelantah

Hasil penelitian awal dari TNP2K dan Traction Energy Asia mengenai “Potensi Minyak Jelantah untuk Biodiesel dan Penurunan Kemiskinan di Indonesia (2020)” mendapati beberapa poin penting tentang minyak jelantah.

Tercatat pada 2019, konsumsi minyak goreng sawit nasional telah mencapai 16,2 juta kilo liter (KL). Dari angka ini, rata – rata minyak jelantah yang dihasilkan berada pada kisaran 40 sampai 60% atau berada di kisaran 6,46 – 9,72 juta KL.

Sayangnya minyak jelantah yang terkumpul di Indonesia baru mencapai 3 juta KL atau hanya 18,5% dari total konsumsi minyak goreng sawit nasional.

Kajian tersebut juga sampai pada simpulan bahwa hanya sebagian kecil minyak jelantah yang dimanfaatkan sebagai biodiesel. Belum banyak orang mengetahui bahwa minyak jelantah dapat dimanfaatkan untuk keperluan biodiesel.

Kebanyakan orang hanya memandang minyak jelantah menjadi limbah yang dibuang sembarangan. Padahal, sebetulnya minyak jelantah dapat mencemari lingkungan khususnya air sungai.

Proses penguraian minyak jelantah menjadi senyawa kimia lain dapat merubah warna air menjadi kecokelatan, bahkan hitam pekat. Kondisi tersebut tentu sangat merusak mencemari sungai.

Oleh karena itu, sebaiknya minyak jelantah dimanfaatkan sebagai peluang bisnis. Anda bisa mendapatkan keuntungan yang cukup menjanjikan darinya sekaligus membantu menyelamatkan lingkungan.

Tips sukses memulai bisnis minyak jelantah

Apabila Anda ingin memulai bisnis minyak jelantah tetapi bingung bagaimana memulainya, Anda bisa membaca tips berikut:

  1. Memastikan adanya kebutuhan minyak jelantah

Sebelum memulai bisnis minyak jelantah ini, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu akan kebutuhan barang tersebut. Ini penting supaya Anda dapat mengetahui sejauh mana kebutuhan minyak jelantah.

Amatilah kebutuhan dalam negeri. Misalnya sedang terjadi kelangkaan BBM Bahan Bakar Minyak di beberapa daerah dan minyak jelantah dibutuhkan untuk pasokan biodiesel. Tentu hal ini jadi peluang yang bisa Anda ambil.

Selain itu, akan lebih baik lagi kalau Anda memiliki pengetahuan akan kebutuhan minyak jelantah di luar negeri. Ini dilakukan mengingat harga ekspornya jauh lebih tinggi.

Selama ini misalnya ada berbagai negara dari Eropa maupun Asia yang menjadi tujuan ekspor minyak jelantah seperti Belanda, Singapura, Korea Selatan, Malaysia, dan China.

  1. Menyusun jejaring bisnis

Hal penting lainnya adalah membangun jejaring bisnis. Cara ini perlu untuk saling bertukar informasi dan menjalin koneksi bisnis dengan banyak orang.

Anda dapat bergabung dengan organisasi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang mungkin sangat berguna untuk mendapatkan relasi bisnis dengan visi serupa.

  1. Libatkan masyarakat sekitar

Dalam memulai bisnis minyak jelantah pengusaha minyak jelantah harus melibatkan masyarakat demi kelangsungan bisnisnya.

Masyarakat bisa menjadi sumber pemasok minyak jelantah dalam bisnis Anda. Anda dapat membantu mereka dengan memberi imbalan saat memperolah minyak jelantah dari mereka.

Hal ini tentunya memberi keuntungan, baik untuk Anda sebagai pemilik bisnis minyak jelantah maupun masyarakat yang sudah tidak menggunakan minyak jelantah.

  1. Lakukan inovasi terus – menerus

Melakukan inovasi baru menjadi salah satu aspek yang selalu penting dalam kegiatan bisnis. Hal satu ini juga harus dilakukan dalam bisnis minyak jelantah.

Inovasi bisa dilakukan dengan cara pengumpulan ataupun ketika melakukan penjualan minyak jelantah.

Misalnya, pada cara mengumpulkan minyak jelantah, Anda bisa menerapkan sistem bak sampah sebagai cara memperoleh barang tersebut.

Cara satu ini dapat dilakukan dengan membuat bak jelantah per RT atau RW. Jika sudah berhasil mencapai targetnya, artinya inovasi ini sudah berhasil dan efektif untuk memudahkan masyarakat dan Anda sebagai pelaku bisnis minyak jelantah.

Itulah tadi pembahasan mengenai minyak jelantah dan cara yang bisa Anda coba ketika memulainya. Semoga dengan adanya artikel ini Anda bisa tertarik dengan bisnis minyak jelantah karena selain turut menjaga lingkungan, Anda juga berpeluang mendapatkan profit yang tidak sedikit.

Posted in Tips & Trik and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *