Faktor penyebab kerusakan jalan yang mengganggu pengemudi dan solusinya
Mempunyai mobil pribadi tentu membuat Anda lebih nyaman saat bepergian ke berbagai tempat. Namun, sering kali jalanan yang harus dilalui tidak bersahabat sehingga menyebabkan kerusakan cukup parah pada mobil. Pernahkah terlintas di pikiran Anda apa penyebab kerusakan jalan yang sering terjadi?
Kerusakan jalan tentunya bukan hal yang asing lagi di mata masyarakat kita. Jalan mana pun yang dilalui, ke mana pun Anda pergi, kerusakan jalan pasti terlihat jelas di mana – mana. Keadaan jalan yang menjadi tidak rata atau berubah bentuk bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang tidak pernah Anda duga sebelumnya.
Kelihatannya pasti sangat sepele sebab jalan yang rusak biasanya tetap dipakai kendaraan untuk lalu – lalang. Kasus kecelakaan akibat kerusakan jalan yang mengakibatkan kematian atau cedera parah memang jarang terjadi. Namun, hal seperti ini tidak boleh dianggap remeh.

Faktor penyebab kerusakan jalan yang mengganggu pengemudi
Ketika Anda jarang melihat kecelakaan akibat permukaan jalan yang rusak, bukan berarti risikonya hilang. Jalan yang rusak dan masih dilalui kendaraan tetap memiliki potensi kecelakaan yang tinggi. Mari kita perhatikan apa saja yang menyebabkan jalan raya menjadi rusak.
Penyebab kerusakan jalan yang mengganggu pengemudi
Jalan raya yang rusak tentu sangat berbahaya dan tidak nyaman untuk dilintasi. Lantas, apa saja ya penyebab kerusakannya? Ternyata sangat beragam.
Berikut adalah sejumlah penyebab jalan rusak yang cukup umum terjadi, meskipun masih ada juga penyebab lainnya yang perlu pemeriksaan lebih lanjut.
- Terlalu sering dilewati kendaraan berat
Jalan bagus yang terlalu sering dilewati kendaraan berat akan rusak dalam waktu singkat. Hal ini secara khusus terjadi pada jalan aspal karena kendaraan berat memang seharusnya tidak dianjurkan melewati jalanan tersebut.
Kendaraan berat lebih cocok melewati jalan yang dibuat dengan beton karena bahan beton terbukti lebih kuat untuk menanggung beban berat dari kendaraan besar.
- Terjadi bencana alam
Jalan yang bagus dan dibuat dengan bahan berkualitas juga bisa rusak apabila terjadi bencana alam. Misalnya saja kejadian longsor, banjir, serta gempa bumi sudah pasti dapat membuat jalanan menjadi rusak parah. Bencana alam ini mengakibatkan jalan menjadi bergelombang, retak, bahkan amblas.
- Kondisi tanah
Permasalahan tidak selalu berada pada penggunaan bahan yang salah. Kondisi tanah yang buruk dan tidak cocok juga dapat menjadi penyebabnya. Tanah yang tidak stabil dapat membuat jalanan tersebut menjadi tidak kokoh dan cepat rusak dengan sendirinya. Misalnya, tanah yang mudah longsor atau mengandung banyak air dibawahnya.
- Perencanaan perkerasan yang tidak sesuai
Dalam proses perancangan perkerasan jalan, terdapat standar yang mesti dipenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku, supaya hasilnya bisa sesuai dan kuat. Proses ini melibatkan pertimbangan berbagai faktor seperti jenis klasifikasi jalan, perencanaan geometrik, lapisan dan data tanah yang akan digunakan, desain tulangan (apabila perkerasan beton), dan aspek lainnya. Kesalahan dalam perencanaan ini bisa mengakibatkan jalan mudah rusak.
- Sistem pengairan yang buruk
Sistem pengairan yang sangat buruk menjadi alasan paling banyak mengapa jalanan rusak. Pemberitaan media mengenai jalanan yang tergenang air bukan lagi hal baru di Negara kita ini. Di Ibu Kota Jakarta sendiri, banyak lokasi jalan rusak karena tidak memiliki sistem pengairan yang baik. Hal ini membuat jalanan terlalu sering terendam genangan air. Air tersebut meresap dan mengakibatkan deformasi jalanan.
- Kurangnya perawatan dan pemeliharaan
Kurangnya perawatan atau pemeliharaan pada perkerasan jalan sejak awal dan saat kerusakan kecil terjadi yang dibiarkan tanpa penanganan yang cepat bisa menghasilkan terbentuknya lubang yang besar. Keadaan ini berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengendara atau pengguna jalan yang menggunakan jalan tersebut.
Melakukan perawatan rutin dan cepat tanggap terhadap kerusakan kecil sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.Continue reading