Pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan pertama keracunan makanan penting untuk dipahami!

Keracunan makanan bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Kita tidak bisa mengontrol kandungan yang terdapat pada setiap makanan, sehingga kondisi ini terkadang sulit untuk dicegah lebih awal. Itulah alasan kenapa pertolongan pertama keracunan makanan perlu dipahami.

Mari simak pembahasan berikut ini untuk mengetahui langkah pertolongan pertama pada orang keracunan makanan secara tepat.

Pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan pertama keracunan makanan

Penyebab dan gejala keracunan makanan

Keracunan makanan umumnya disebabkan oleh kuman (jamur, bakteri, parasit, atau virus) yang ikut tertelan bersamaan dengan makanan. Hal ini biasanya terjadi karena seseorang mengonsumsi makanan yang proses persiapannya tidak higienis atau makanan yang sudah basi, yang masuk ke dalam saluran pencernaan dan menimbulkan gejala.

Umumnya, kuman penyebab keracunan membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh. Yang berakibat, terkadang gejala tidak langsung muncul dan penyakit ini sulit dideteksi sejak dini.

Meski begitu, beberapa gejala keracunan makanan yang umum terjadi dan memerlukan pertolongan pertama adalah sebagai berikut:

  • Mual dan muntah.
  • Diare, kemungkinan disertai darah jika penyebabnya adalah bakteri EHEC atau Campylobacter.
  • Nyeri kepala.
  • Nyeri dan kram perut, biasanya terjadi 12 sampai 72 jam setelah makan.

Meski sulit untuk dicegah, Anda dapat mengurangi risiko keracunan makanan dengan mengonsumsi makanan yang terjamin kebersihannya. Selain itu, perhatikan keterangan tanggal kadaluarsa pada setiap kemasan untuk memastikan makanan tersebut masih layak untuk dikonsumsi.

Pertolongan pertama keracunan makanan

Penderita keracunan makanan sebaiknya ditangani oleh dokter untuk mendapat pengobatan medis dengan tepat. Namun, sebelum mendapatkan penanganan rumah sakit, terdapat beberapa langkah pertolongan pertama keracunan makanan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya. Berikut penjelasannya.

  1. Mencukupi cairan tubuh

Orang yang keracunan makanan biasanya akan mengalami gejala mual dan muntah serta diare, yang muncul dalam 6 sampai 48 jam setelah makan. Apabila gejala tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, kondisi ini berisiko menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.

Maka dari itu, penderita disarankan untuk tetap mengonsumsi air mineral atau cairan elektrolit sedikit demi sedikit guna menjaga keseimbangan cairan tubuhnya. Hal tersebut juga berguna untuk membuang racun di dalam tubuh.

  1. Muntah dalam posisi yang tepat

Selanjutnya hindari posisi berbaring apabila gejala mual dan muntah masih berlanjut. Penderita keracunan makanan disarankan untuk duduk dalam posisi tegak. Hal ini bertujuan untuk mencegah muntah masuk ke dalam saluran pernapasan yang akan berisiko menyebabkan penderita mengalami gangguan pernapasan.

Kemudian pada saat muntah, sebaiknya posisikan kepala sedikit menunduk supaya makanan tidak Kembali turun ke tenggorokan untuk mencegah risiko tersedak.Continue reading