3 Negara yang berhasil olah air limbah jadi air bersih
Apakah, Anda membayangkan jika air limbah bisa diolah jadi air bersih, bahkan sampai airnya bisa diminum ? Nah, rencana pengelolaan ulang air limbah (air tinja) jadi air bersih itulah yang belakangan ini menjadi isu di Kota Jakarta.
Wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno beberapa hari yang lalu baru saja meresmikan mesin yang bisa mengelola limbah jadi lebih efisien, PAL-Andrich Tech System di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Proses pengolahan air limbah jadi air bersih itu bisa diproses selama 30 menit saja. Berbeda dengan teknologi sebelumnya yang dimiliki Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PAL) Jaya, yang masih memerlukan waktu tujuh hari pengolahan.

3 Negara yang berhasil olah air limbah jadi air bersih
Namun, Direktur Utama PD Pal Jaya Subekti memberikan komentar bahwa air bersih hasil pengolahan limbah tinja tersebut tidak bisa digunakan untuk air minum seperti kabar yang beredar beberapa waktu terakhir.
“PD Pal Jaya mengelolah limbah bukan untuk menjadikannya sebagai air minum. Kalau menjadi air bersih itu hanya jadi nilai tambah dan bonus saja,” Kata Subekti kepada wartawan di kantor PD Pal Jaya di Jakarta Selatan.
Nah, sebenarnya sudah ada beberapa Negara yang berhasil olah air limbah jadi air bersih dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Negara mana saja itu ?
Singapura
Negara tetangga Indonesia, Singapura sudah lebih dulu mengolah air limbah rumah tangga menjadi air bersih. Air-air limbah bekas mandi dan mencuci yang biasa dibuang ke got, dijadikan pasokan air bersih layak minum oleh Singapura.
Untuk memproses pengolahan air limbah itu, Singapura membangun dua fasilitas canggih unit pengolahan air limbah yakni NeWater dan waduk sekaligus penampungan air bersih bernama Marina Barrage.
“NeWater dan Marina Baragge mampu sediakan air bersih sampai 100 tahun ke depan,” kata staf NeWater, James di instalasi NeWater, Changi, Singapura, sebagaimana dikutip dari Detikcom, Jumat 6 September 2013.
Dalam prosesnya, pengolahan air limbah itu dimulai dari penampungannya di jaringan pipa yang berada 60 meter di bawah permukaan tanah. Selain itu, luapan air dari kanal dan sungai bila terjadi banjir, juga ditampung di gorong-gorong raksasa itu.
Lalu, setelah dipompa naik ke kilang di NeWater, air limbah disaring, dengan serangkaian filter yang tidak tembus mikro organisme. Nah, filter itu sendiri diprogram bisa membersihkan diri sendiri per 15 menit dan diganti unit baru tiap lima tahun.Continue reading