Penyebab terjadinya kekeringan dan dampaknya bagi kehidupan
Penyebab terjadinya kekeringan cukup beragam dan berbeda di tiap daerahnya. Penyebab kekeringan biasanya melalui proses alami, namun sayang semakin tahun semakin diperparah dengan kebiasaan buruk di tengah masyarakat.
Tentu saja kekeringan dapat terjadi karena adanya kebiasaan buruk tersebut, salah satunya yaitu kebiasaan membuag air bersih yang tidak terpakai. Mungkin hal tersebut disebabkan karena rasa aman dengan lingkungan tempat tinggal, yang bisa saja dirasa masih memiliki sumber air yang berlimpah.
Namun, sebetulnya berlimpahnya air masa sekarang bukan berarti cadangan air tersebut tidak akan habis untuk masa yang akan datang. Mengingat, kondisi iklim di bumi juga sudah tidak menentu akibat dari pemanasan global. Hal tersebut juga akan menjadi penyebab terjadinya kekeringan di lingkungan.

Penyebab terjadinya kekeringan dan dampaknya bagi kehidupan
Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Dengan iklim yang tidak menentu, biasanya curah hujan juga akan terpengaruh, dan bisa saja dalam satu wilayah justru sama sekali tidak mendapatkan curah hujan yang cukup. Air hujan yang jatuh kebumi nantinya akan diserap oleh tanah. Air tersebut akan disaring dimana pada akhirnya akan menjadi sumber air baru bagi manusia.
Mungkin beberapa penyebab terjadinya kekeringan belum sepenuhnya Anda pahami, namun di bawah ini kami telah merangkum apa saja sebenarnya penyebab kekeringan yang patut diperhatikan, agar generasi yang akan datang dapat menikmati sumber air tersebut.
- Letak geografis
Indonesia berada tepat di garis khatulistiwa. Letak dari negara ini diapit 2 benua dan 2 samudera. Indonesia secara geografis juga terletak di daerah “monsoon” yang merupakan fenomena alam di mana sangat sering terjadi perubahan iklim secara ekstrem disebabkan perubahan tekanan udara dari daratan.
Perubahan tersebut menyebabkan “jet steam effect” dari lautan yang menghempas daratan dengan hawa panas. Hawa panas dan angin tersebut membuat banyak daerah yang awalnya memiliki kandungan air, menjadi kering. Hal tersebut diperparah apabila musim kemarau tiba.
- Minim daerah resapan
Selanjutnya alih fungsi lahan terbuka hijau yang digunakan sebagai bangunan tempat tinggal, pabrik, dan lain sebagainya mempengaruhi kondisi dari cadangan air di dalam tanah. Wajar saja, ketika tanah yang seharusnya mampu menyerap air hujan harus tertutup oleh beton yang mengakibatkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah. Semakin sedikitnya cadangan air dalam tanah akan memberi dampak buruk berupa bencana kekeringan.
- Boros air
Boros dalam pemakaian air tanah ternayata berimbas pada kekeringan di beberapa daerah. Dampak boros air ini akan semakin parah ketika kemarau datang. Biasanya, penggunaan air berlebihan ini bisa disebabkan kebiasaan memakai air untuk rumah tangga yang berlebihan atau penggunaan air dalam jumlah besar oleh pabrik untuk menjalankan produksinya. Jika dilakukan terus menerus akan berdampak pada habisnya cadangan air.
- Curah hujan rendah
Salah satu penyebab terjadinya kekeringan yang umum terjadi di Indonesia disebabkan oleh perubahan iklim yang membuat hujan menjadi jarang turun. Rendahnya curah hujan tersebut diakibatkan rendahnya tingkat produksi uap air dan awan. Apabila sangat hujan yang turun sangat sedikit, maka musim kemarau akan menjadi semakin lama dan kekeringan akan melanda.
- Kerusakan hidrologis
Kerusakan hidrologis yaitu kerusakan fungsi dari wilayah hulu sungai karena waduk dan pada bagian saluran irigasinya terisi sedimen dalam jumlah yang sangat besar. Akibatnya, kapasitas dan daya tampung air akan berkurang sangat drastis dan hal tersebut akan memicu timbulnya kekeringan saat datangnya musim kemarau.Continue reading