Ukuran pipa pembuangan wastafel cuci piring

Ukuran pipa pembuangan wastafel cuci piring

Dapur adalah salah satu area yang penting dan harus dimiliki oleh setiap rumah. Tidak hanya untuk kegiatan memasak saja, namun di sana juga sering dijadikan tempat untuk berkumpul bersama keluarga atau bahkan bersantai. Umumnya, dapur didesain agar nyaman dan fungsional, termasuk adanya tempat mencuci piring. Ukuran pipa pembuangan wastafel cuci piring harus sesuai agar bisa berfungsi secara optimal.

Ukuran pipa pembuangan wastafel cuci piring

Ukuran pipa pembuangan wastafel cuci piring

Ukuran pipa pembuangan wastafel cuci piring untuk rumah tangga

Kebanyakan pemilik rumah abai terhadap ukuran pipa ini, padahal pipa merupakan komponen penting untuk menyalurkan berbagai kotoran atau limbah rumah tangga ke tempat pembuangan. Untuk menambah wawasan Anda saat membuat area dapur agar berfungsi maksimal, berikut adalah berbagai ukuran pipa untuk instalasi rumah tangga yang perlu diketahui.

  1. Pipa air PVC dengan tipe D2 dan 3 inchi

Pipa dengan diameter ini sangat umum digunakan untuk air buangan dari wastafel, buangan air dari cuci piring dan saluran air dari tempat menjemur baju. Selain menggunakan pipa tipe ini, Anda juga bisa menggunakan pipa tipe AW warna abu-abu.

  1. Pipa air PVC dengan tipe AW ½ dan ¾ inchi

Pipa jenis ini biasanya digunakan sebagai pipa untuk mendistribusikan air bersih di dalam rumah. Misalnya untuk keran air, shower dan sebagainya.

  1. Pipa air tipe D 4 inchi

Pipa jenis ini memiliki diameter yang lebih besar, sehingga biasanya digunakan untuk pipa saluran dari kamar mandi maupun toilet. Sebaiknya, Anda memilih pipa yang kokoh dan tebal agar tidak mudah pecah ataupun rembes.

Cara pemasangan pipa wastafel cuci piring

Setelah mengetahui ukuran pipa pembuangan wastafel cuci piring, selanjutnya Anda juga harus mengetahui bagaimana cara memasang pipa tersebut. Jika Anda tidak menggunakan jasa teknisi, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengukur diameter antara lubang wastafel dengan saluran tempat pembuangan. Pengukuran ini sangat penting dilakukan agar pipa bisa terpasang sesuai dengan ukuran dan menghindari kebocoran.

Jika pipa wastafel cuci piring sudah terpasang, siapkan plester khusus pipa untuk menutupi ruang yang masih tersisa saat pemasangan. Selanjutnya rakit pipa sedemikian rupa, sehingga menjadi satu kesatuan untuk kemudian dipasang ke wastafel dan juga lubang pembuangan.

Pasangkan satu ujung pipa dengan wastafel lalu pasang ujung lainnya pada saluran pembuangan lalu kencangkan dengan mur. Jika sudah terpasang, cobalah untuk mengujinya dengan menyalakan kran di wastafel.

Agar lebih yakin jika pipa sudah rapat, usap setiap bagian pipa dengan kain kering ataupun tissu untuk mengetahui jika terjadi kebocoran. Apabila tissu atau kain tersebut menjadi basah, maka Anda harus mengulangi pemasangan dan periksa bagian mana yang belum tertutup rapat. Lakukan pengujian kembali dan jika kain tidak basah, artinya pipa pembuangan yang Anda buat sudah terpasang sempurna.

Apabila Anda kurang yakin jika memasang pipa sendiri, maka sebaiknya memanggil jasa teknisi untuk memasangnya. Dengan memanfaatkan jasa yang terpercaya, Anda sudah tidak perlu khawatir jika pipa mengalami kebocoran atau kerusakan. Meskipun harus mengeluarkan biaya, namun ini bisa menghemat waktu Anda.

Cara perawatan pipa supaya tidak mudah tersumbat

Masalah yang sering terjadi pada pipa adalah terjadi penyumbatan di dalamnya, sehingga aliran air menjadi tersendat. Agar risiko ini tidak terjadi, berikut ada beberapa cara perawatan pipa supaya tidak mudah tersumbat dan pipa tetap bisa berfungsi optimal.

  1. Segera memperbaiki pipa yang rusak

Jangan abai jika menemui kerusakan pada pipa, namun segera perbaiki pipa tersebut agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Pasalnya, pipa yang rusak justru bisa berpotensi menyebabkan kerusakan dinding dan lantai rumah. Dengan segera memperbaiki kerusakan pipa ini, Anda juga bisa menghindari biaya perbaikan yang mungkin lebih besar di masa mendatang.

  1. Membersihkan pipa dengan pembersih khusus

Ukuran pipa pembuangan wastafel cuci piring sebenarnya juga membutuhkan perawatan khusus dan pembersihan yang lebih intensif. Untuk membersihkan pipa ini juga tidak dengan sembarangan pembersih. Sebaiknya Anda membeli pembersih khusus untuk pipa agar pipa dapat dibersihkan secara lebih menyeluruh. Jangan lupa untuk mengikuti petunjuk dari penggunaan pembersih tersebut dengan benar. Sebisa mungkin, Anda menghindari penggunaan pembersih berbahan kimia berbahaya.

  1. Memeriksa pipa secara berkala

Memeriksa pipa secara berkala juga diperlukan untuk memeriksa jika ada tanda-tanda kerusakan. Tanda – tanda pipa yang rusak ini bisa dilihat dari adanya bercak basah di dinding, bau tidak sedap di area pipa dan cat yang terkelupas. Jika menemukan salah satu dari tanda-tanda ini, sebaiknya segera melakukan tindakan perbaikan agar terhindar dari kerusakan yang lebih serius.

  1. Jangan membuang sampah ke saluran

Sebaiknya Anda memang jangan pernah membuang sampah ke saluran air, karena ini bisa menjadi faktor utama  saluran pipa jadi tersumbat. Pipa yang tersumbat juga bisa mengganggu aliran air secara keseluruhan. Sebaiknya Anda juga selalu menutup saluran air agar tidak ada benda – benda asing yang masuk ke sana.

  1. Membersihkan pipa secara rutin

Membersihkan pipa secara berkala juga sangat penting untuk dilakukan. Anda bisa menggunakan air dengan sabun untuk membersihkan kotoran atau zat lain yang menempel di sana. Membersihkan pipa juga harus dilakukan dengan hati-hati supaya tidak merusak permukaan pipa.

Merawat pipa secara rutin bisa jadi investasi jangka panjang agar sistem perpipaan di rumah bisa tetap berfungsi optimal. Pemilihan ukuran pipa pembuangan wastafel cuci piring yang sesuai juga sangat berpengaruh terhadap efisiensinya. Jika masih menemui kebocoran yang berkelanjutan padahal sudah ditambal dengan plester pipa, sebaiknya Anda mengganti dengan pipa yang ukurannya sesuai dengan diameter lubang wastafel dan lubang saluran pembuangan.

Posted in Tips & Trik and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *