Apa yang terjadi ketika buang air di toilet pesawat?
Salah satu tempat yang sering dikunjungi penumpang pesawat ketika melakukan penerbangan adalah toilet “lavatory”. Biasanya toilet ini terletak di bagian depan atau belakang pesawat atau tepatnya tidak jauh dari kokpit dan pantry. Tak hanya itu, toilet pesawat juga menjadi salah satu tempat terkotor di dalam pesawat meski terlihat bersih.
Apakah Anda pernah berpikir kemana kotoran terbuang saat menekan tombol flush di toilet pesawat? Cara kerja toilet di pesawat tidak sama seperti di toilet rumah yang menggunakan gravitasi untuk membuang kotoran dari toilet ke sistem saluran pembuangan. Toilet pesawat menggunakan sistem vakum bersama dengan bahan kimia biru yang tugasnya untuk membersihkan dan menghilangkan bau tidak sedap setiap kali Anda menyiram.

Apa yang terjadi ketika buang air di toilet pesawat
Di mana tangki penampungan kotoran di pesawat
Limbah dan cairan pembersih biru berakhir di tangki penyimpanan di bawah lantai, di bagian paling belakang ruang kargo pesawat. Dengan banyaknya orang di dalam pesawat yang menggunakan toilet, Anda bisa membayangkan betapa besarnya tangki penyimpanannya.
Sistem ini dirancang sangat mirip dengan penyedot debu yang kita gunakan di rumah untuk membersihkan kotoran dan debu dari lantai. Kotoran dan debu ini berakhir di sebuah wadah yang kemudian Anda buang ke tempat sampah. Demikian pula yang terjadi ketika buang air di toilet pesawat , toilet pesawat membutuhkan sistem tekanan vakum untuk memindahkan semua kotoran dari toilet ke dalam pipa saluran air yang menghubungkan toilet ke tangki penyimpanan, dan akhirnya ke dalam tangki.
Ada katup pada tangki penyimpanan yang terbuka ketika toilet disiram dan menutup ketika toilet tidak digunakan untuk mencegah bau keluar dari tangki. Hal ini membantu mengurangi bau akibat banyaknya orang yang menggunakan toilet selama penerbangan zat biru juga membantu mengurangi bau.
Dulu toilet pesawat gunakan ember untuk tampung limbah penumpang
Merangkum dari laman timelive.co.za, bahwa ternyata ada sejarahnya sebelum toilet pesawat seperti saat ini. Pada awalnya pilot pesawat sering buang air kecil di botol dan wadah lain sebelum membuangnya ke luar jendela. Pada masa perang dunia 2, banyak kengerian termasuk di toilet pesawat. Pasalnya dulu belum ada kloset seperti sekarang melainkan tak lebih dari sebuah ember.
Ember berisi kotoran ini akan tumpah isinya jika pesawat mengalami turbulensi. Ini cukup membuat stres dan ada bau busuk limbah cair yang mengalir ke lantai serta menambah kerumitan masalah pada masa itu.
Bahkan sistem seperti itu masih digunakan untuk penerbangan komersial hingga 1975, sampai akhirnya James Kempler menemukan cairan Skykem biru tanpa air. Cairan itu juga tidak lengket dan pertama kali hadir di Boeing pada tahun 1982 silam.
Bahkan sistem Kempler tersebut sudah menjadi standar bagi sebagian besar pesawat saat ini. Cara kerja sistemnya pun mudah dengan menekan tombol flush di toilet pesawat terbang dan nantinya kotoran seperti tertarik ke ruang hampa udara lebih cepat di banding flush toilet biasa.
Kotoran atau limbah ini akan tersimpan dalam wadah di bawah toilet dan tertutup. Nantinya limbah tersebut akan beku dan menjadi seperti es dalam bentuk gel biru. Jika dirata – ratakan, penumpang penerbangan jauh bisa ke toilet 2 – 4 kali dan menghasilkan sekitar 833 liter limbah penerbangan. Limbah tersebut nantinya dibuang saat pesawat mendarat.
Ke mana limbah tersebut dibuang setelah pesawat mendarat?
Sebuah truk khusus mendatangi pesawat setelah mendarat dan menyambungkan selang untuk membuang limbah dan bahan kimia pembersih biru ke dalam tangki penyimpanan di truk. Truk tersebut menyambungkan selang ke katup tangki limbah pesawat dan membuang semua limbah ke dalam tangki di bagian belakang truk.
Truk tersebut kemudian membawa limbah ke area khusus di bandara yang disediakan untuk limbah dari semua pesawat, dan limbah toilet dikosongkan ke dalam sistem saluran pembuangan untuk bandara tersebut.
Kotoran manusia bisa jatuh dari pesawat saat terbang
Kadang – kadang juga ada laporan bahwa, khususnya pada pesawat yang lebih tua, katup di mana truk sampah terhubung ke pesawat dapat membocorkan sejumlah kecil limbah dan bahan kimia berwarna biru. Hal ini berubah menjadi es karena suhu pada ketinggian jelajah normal 30.000 kaki biasanya sekitar -56 ℃ dan bahan kimia berubah menjadi es biru. Es biru ini tetap melekat pada pesawat selama suhu tetap di bawah titik beku.
Begitu pesawat mulai turun untuk mendarat di bandara tujuan, es biru mulai mencair dan bahkan bisa lepas. Ada beberapa kejadian yang dilaporkan dalam berita di mana orang – orang telah menyaksikan kotoran terbang ini.
Jika Anda masih ragu sebetulnya pilot pesawat tidak mempunyai tombol atau sejenisnya untuk mengeluarkan kotoran dari tangki penyimpanan ketika pesawat sedang terbang. Setiap limbah yang mungkin saja bocor keluar dari pesawat merupakan kejadian yang benar – benar tidak disengaja.
Beberapa orang mengira bahwa garis – garis putih yang terkadang ditinggalkan pesawat di langit “jejak pesawat” adalah bahan kimia atau limbah toilet yang dibuang. Ini tidak benar apa yang sebetulnya Anda lihat adalah uap air yang berasal dari mesin pesawat yang menjadi kristal es seperti awan tipis di langit.
Itulah pembahasan lengkap mengenai apa yang terjadi ketika buang air di toilet pesawat? Mulai dari Anda menekan tombol flush sampai dengan kotoran di sedot kedalam truk sedot kotoran ketika sudah sampai di bandara. Jika Anda mempunyai pertanyaan dan juga tambahan mengenai toilet pesawat ini bisa Anda tuliskan pada kolom komentar dibawah.