Cara beternak babi agar cepat besar dan gemuk
Sekarang ini agribisnis peternakan babi mulai banyak dilirik, kenapa demikian? Cara ternak babi supaya cepat besar dan yang pasti dagingnya berkualitas.
Babi gemuk dan sehat merupakan impian para peternak babi, khususnya usaha penggemukan babi. Tentu saja, semakin cepat babi gemuk, maka semakin banyak keuntungan yang didapatkan. Kini penggemukkan babi juga ada.
Untuk usaha penggemukan babi terbukti menguntungkan, sebab babi bisa melahirkan lebih dari satu anak dalam setiap kelahiran (polutocous). Selain banyaknya anak yang dapat dilahirkan, babi juga memiliki jarak kelahiran yang pendek.

Cara beternak babi agar cepat besar dan gemuk
Lalu, jenis babi apa saja yang bisa dibudidayakan? Nah, berikut ini adalah jenis – jenis babi yang dapat dikembangbiakan di Indonesia.
Jenis babi yang cocok untuk penggemukan babi
Ada beberapa jenis babi unggul yang banyak dipilih oleh peternak babi untuk digemukkan. Diantaranya adalah:
- Babi jenis veredeld duits landvarken
Jenis babi veredeld duits landvarken atau yang biasa disebut VDL memiliki ciri – ciri kepala berukuran besar, sedikit lonjong, telinga besar dan panjang hingga bergantung ke arah muka. Tulang belakangnya panjang, serta tubuh yang lebar dan bulat.
Bentuk tubuh yang bongsor dan menghasilkan banyak daging inilah yang menjadikan babi VDL asal German ini sebagai salah satu jenis babi favorit peternak babi.
- Babi jenis Yorkshire
Babi jenis yorkshire atau large white yang berasal dari Inggris juga menjadi salah satu jenis babi kesukaan peternak. Sebab memiliki presentase karkas tinggi, babi asal Inggris ini mempunyai ciri bertubuh besar dan panjang, warna tubuh putih halus, serta telinga tegak mengarah ke depan.
Jenis babi ini sangat cocok untuk diternakkan karena memiliki kemampuan beranak yang tinggi dan mampu mengasuh anakannya dengan baik. Ini salah satunya diketahui dari kemampuan laktasinya yang tinggi.
- Babi jenis landrace
Selanjutnya jenis babi landrace termasuk tipe babi yang ukurannya sedang (bacon type). Disebut bacon karena mempunyai ukuran tubuh yang sedang dan timbunan lemak yang juga sedang.
Yang membedakan babi landrace dengan jenis babi lain adalah kepala kecil dan panjang, bulu tubuh berwarna putih halus, serta timbunan lemaknya yang tipis. Babi jenis ini mempunyai bentuk kaki yang kuat dan bentuk paha yang membulat dengan timbunan lebih banyak di bagian paha.
Meski berukuran kecil, babi jenis ini bisa menambahkan berat tubuhnya hingga 1kg/hari. Sehingga berat sapih (35 hari) bisa mencapai >15 kg.
- Babi jenis duroc
Babi jenis duroc merupakan babi yang umumnya sering muncul di layer kaca. Ciri – ciri babi duroc memiliki warna merah muda, tubuh panjang berbentuk busur, dan kepala yang berukuran sedang.
- Babi jenis Berkshire
Babi berkshire adalah jenis babi unggul yang paling banyak dipilih oleh para peternak penggemukan babi. Hal ini disebabkan babi jenis ini digadang – gadang sebagai babi tipe pedaging yang paling bagus dan produktif.
Namun, selain beberapa jenis babi yang sudah disebutkan diatas, ada juga babi lokal asli Indonesia yang dipilih untuk dibudidayakan. Sesuai namanya, babi tersebut berasal dari jenis babi hutan.
Selain babi lokal, ada juga babi hampshire, babi tamworth, babi saddleback yang banyak diternakkan di dunia. Anda dapat memilih salah satu dari jenis babi tersebut untuk dikembangbiakkan.
Setelah memilih jenis babi yang paling cocok, selanjutnya Anda dapat mulai melakukan persiapan pemilihan bibit. Bagaimana cara memilih bibit babi yang baik? Berikut ini adalah panduannya.
Cara beternak babi agar cepat gemuk
Dalam proses penggemukan babi, tentu saja memilih bibit yang berkualitas adalah modal utama penentu keberhasilan usaha Anda. Ada beberapa syarat yang harus Anda perhatikan dalam memilih bibit babi. Diantaranya adalah:
- Puting berjumlah 12 buah, kiri dan kanan secara simetris.
- Ambing berukuran besar, dengan saluran darah tampak jelas.
- Tubuh tampak padat dan tegap.
- Kaki kokoh.
- Ukuran babi seragam.
- Berasal dari indukan unggul (bisa menghasilkan anak >5 ekor disetiap kelahirannya).
- Warna tubuh cerah, sesuai jenisnya.
- Tidak ada tampilan cacat tubuh.
Setelah memilih bibit yang baik, selanjutnya Anda harus memastikan bahwa kandang babi juga siap dan layak untuk digunakan.
Cara mempersiapkan kandang babi
Kandang babi mempunyai peran yang begitu penting dalam proses penggemukan babi. Mulai dari membantu meningkatkan konversi pakan, menjaga dan menjamin kesehatan ternak, sampai mengefektifkan proses penggemukan babi.
Ada dua jenis kandang babi yang umum digunakan berdasarkan konstruksinya. Diantaranya adalah:
- Kandang tunggal: jenis kandang yang bangunannya hanya terdiri dari satu baris.
- Kandang ganda: Jenis kandang yang bangunannya terdiri dari dua baris. Baik berhadapan ataupun bertolak belakang.
Itu adalah kandang berdasarkan letak konstruksinya. Selanjutnya, kandang babi juga dibedakan berdasarkan fungsinya.
- Kandang untuk indukan
Apabila Anda beternak babi dan mengembangbiakkannya sendiri, maka kandang indukan ini penting untuk disiapkan. Pastikan kandang indukan ini nyaman untuk ditempati indukan babi dan anak – anaknya.
Kandang indukan ini juga dibagi menjadi 2, yaitu kandang individual dan kandang kelompok. Secara rinci, berikut ini penjelasannya:
Kandang Individual:
Sesuai dengan namanya, kendang individual ini hanya dapat ditempati oleh satu ekor babi saja atau satu indukan saja. Kandang ini dikonstruksikan seperti kendang tunggal (satu baris kandang).
Pastikan juga kandang bisa ditutup ketika hujan. Oleh sebab itu, Anda harus membuat atap bagian depan lebih tinggi dari bagian belakang, agar air hujan bisa langsung terbuang ke belakang. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah standar bentuk kandang individual.
- Tinggi kandang bagian depan: 2,5 – 3 m.
- Tinggi kandang bagian belakang: 2 m.
- Atap dibuat dari bahan yang kuat dan tidak bocor.
- Ukuran kandang 2,5 x 3 m.
- Anda disarankan memiliki halaman pengumbaran khusus, baik individu maupun kelompok. Jika halaman pengumbaran individu, maka letakkan halaman pengumbaran dibelakang kandang, dengan ukuran 3 x 4 m atau 2 x 3 m.
- Dinding kandang bisa terbuat dari tembok, bambu, ataupun papan. Disesuaikan dengan modal dan ketersediaan bahan.
- Alas kandang bisa dari semen atau tanah. Namun, pastikan alas terlapisi jerami kering yang bersih. Sehingga harus diganti secara berkala.
- Kandang harus memiliki tempat makan, pagar pemisah (guard rail untuk anak babi) untuk menghindari anak babi tertindih induknya, dan lampu penghangat.
- Kandang pejantan
Selain kandang untuk indukan, dibutuhkan juga kandang pejantan (jika Anda melakukan pengembangbiakan babi sendiri). Kandang untuk pejantan ini harus dibangun khusus dan dipisahkan dari kandang indukan.
Untuk spesifikasinya tidak jauh berbeda dengan kandang indukan, berikut ini adalah rincian kandang pejantan.
- Tinggi kandang bagian depan: 2 m.
- Tinggi kandang bagian belakang: 1,5 m.
- Atap dibuat dari bahan yang kuat dan tidak bocor.
- Ukuran kandang 2 x 3 m.
- Anda disarankan memiliki halaman pengumbaran khusus, baik individu maupun kelompok. Jika halaman pengumbaran individu, maka letakkan halaman pengumbaran dibelakang kandang, dengan ukuran 3 x 4 m atau 2 x 3 m.
Anda tidak perlu mempersiapkan kandang indukan jika hanya memiliki usaha penggemukan babi. Namun, jika Anda ingin mempersiapkan bibit sendiri, maka kandang indukan dan pejantan harus ada.
Setelah mempersiapkan kandang untuk indukan dan pejantan, selanjutnya persiapkan kandang untuk penggemukan.
- Kandang penggemukan
Berbeda dengan kandang indukan, kandang penggemukan ini dipakai untuk babi yang sedang dalam proses penggemukan. Jadi, di kandang ini tidak ada indukan dan anakan, sebab hanya untuk bibit babi untuk penggemukan saja.
Anda bisa menggunakan kandang dengan konstruksi kandang battery, tunggal maupun ganda. Setiap kandang bisa di isi dengan 12 – 15 ekor babi. Berikut ini adalah penjelasan rincinya:
- Ukuran kandang menentukan jumlah babi yang bisa ditampung.
- Ukuran kandang adalah 1 m2 untuk 1 ekor babi untuk berat babi rata – rata 80 kg.
- Ukuran kandang adalah 0,75 m2 untuk 1 ekor babi untuk berat babi rata – rata 50 kg.
- Ukuran kandang adalah 0,5 m2 untuk 1 ekor babi untuk berat babi rata – rata 35 kg.
- Anda bisa menentukan ukuran kandang sesuai dengan bibit babi yang Anda masukkan.
Setelah kandang dan bibit siap, maka langkah cara ternak babi selanjutnya adalah proses perawatan dan penggemukan babi.
Cara menggemukkan babi
Sebagai cara penggemukan babi melewati beberapa langkah. Mulai dari persiapan bibit babi untuk penggemukan, mempersiapkan kendang, pemeliharaan, pemberian makan babi supaya cepat gemuk, barulah setelah itu Anda bisa memanen babi yang sudah gemuk.
Diatas sudah dijelaskan bagaimana cara pemilihan bibit babi untuk penggemukan dan persiapan bibit. Nah, setelah bibit datang, lakukan pemeliharaan agar bibit babi gemuk. Berikut ini adalah langkah – langkahnya.
- Program vaksinasi dan kastrasi ternak babi
Dalam pemeliharaan ternak babi, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Berikut ini adalah beberapa poin penting yang harus disiapkan dalam pemeliharaan ternak babi.
- Saat anak babi berumur 3 – 4 minggu, Anda disarankan untuk melakukan kastrasi pada anakan babi jantan. Ini bertujuan untuk membuat babi pembesaran agar lebih jinak, tidak kanibal, dan mempercepat pertumbuhan (penggemukannya).
- Pada saat babi berumur 6 – 8 minggu, beri vaksinasi Hog Cholera untuk mencegah terjangkitnya babi sehat terhadap penyakit akibat virus tersebut.
- Pada usaha pengembangbiakan babi, lakukan vaksinasi pada indukan betina babi pada 3 minggu sebelum proses perkawinan. Sedangkan pada pejantan, lakukan vaksinasi Hog Cholera ini setidaknya 2 x dalam setahun.
Selain hal tersebut, Anda juga tetap harus melakukan perawatan rutin.
- Cara merawat babi biar cepat gemuk
Cara untuk menggemukan babi supaya produktif dan menguntungkan yaitu dengan menjaga kesehatan dan memberikan pakan yang berkualitas untuknya. Namun, perlu diingat jika pakan yang berkualitas tidak akan bisa optimal jika kesehatan babi tidak terjamin.
Ini utamanya pada sistem pencernaan pakan pada babi. Anda harus memastikan sistem pencernaan babi bisa optimal dalam mencerna pakan babi.
Bagaimana caranya agar pencernaan babi bisa optimal? Kuncinya yaitu dengan menjaga keragaman bakteri baik didalam usus babi. Sebab, bakteri baik mempunyai peran yang sangat krusial dalam proses mencerna makanan. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.
- Pilih suplemen yang mengandung bakteri baik. Salah satu jenis bakteri baik yang dibutuhkan oleh sistem pencernaan babi adalah Bacillus sp.
- Selain mengandung bakteri baik, produk yang Anda beli juga harus mengandung nutrisi mikro lengkap dan multivitamin yang bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mikro pada babi. Sehingga Anda tidak perlu lagi memberikan vitamin ataupun pakan tambahan untuk babi. Itu artinya, biaya pemeliharaan akan semakin rendah.
- Cara pengaplikasian suplemen juga sangat mudah. Anda hanya perlu mencampurkannya kedalam air minum, dengan dosis 5ml/ekor setiap harinya, untuk ternak berumur < bulan.
- Pada babi yang berumur 1 bulan -1 tahun, Anda disarankan untuk menaikkan dosisnya, menjadi 10 ml/ekor setiap hari.
- Pengaplikasian suplemen ini terbukti bisa memperbaiki sistem pencernaan ternak babi, sehingga bisa mencerna pakan dengan sempurna. Ini dibuktikan dari kotoran babi yang lebih kering dan tidak berbau menyengat. Oleh karena itulah, babi menjadi lebih cepat besar dan gemuk.
- Selain menunjang produktivitas babi agar lebih cepat gemuk, suplemen organik cair bermanfaat untuk mencegah serangan penyakit, menaikkan sistem imun ternak, dan mempercepat kematangan gonad.
- Pastikan juga suhu udara didalam kandang tidak terlalu panas atau dingin, karena babi cukup sensitif terhadap perubahan suhu.
- Saat anakan babi berumur 10 minggu, berikan obat cacing untuk mencegah penyakit cacing. Ini penting dilakukan karena babi sangat rawan terhadap serangan penyakit cacing.
- Lakukan pembersihan kandang secara rutin setiap pagi. Ini berguna untuk mencegah serangan penyakit, baik akibat bakteri, jamur ataupun virus.
- Kotoran babi bisa dimanfaatkan sebagai bahan membuat pupuk kandang, dengan cara ini pencemaran lingkungan akibat kotoran babi bisa dicegah.
- Berikan minum secara ad-libitum (tidak terbatas), agar babi tidak kehausan dan stres.
Itulah adalah panduan cara beternak babi agar cepat gemuk dan Anda bisa cepat panen. Tentu saja, cara menggemukan babi diatas juga dipengaruhi oleh pakan, perawatan yang Anda berikan.
Bagimana sudah cukup jelas kan? Namun, jika masih ada hal yang ingin ditanyakan, Anda bisa menuliskannya pada kolom komentar dibawah.