Cara menggunakan APAR di area kerja

Cara menggunakan APAR di area kerja sesuai prosedur

Anda harus mengetahui bagaimana cara menggunakan APAR supaya dapat mencegah terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan kebakaran. Setiap bangunan komersil memang diwajibkan mempunyai APAR supaya bisa segera bertindak ketika terjadi sesuatu yang menyebabkan munculnya api.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari secara lebih dalam mengenai bagaimana cara menggunakan APAR. Namun sebelum itu, Anda harus mengetahui apa yang dimaksud dengan APAR terlebih dahulu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Cara menggunakan APAR di area kerja

Cara menggunakan APAR di area kerja

Apa itu APAR?

Alat Pemadam Api Ringan APAR yaitu alat yang dapat dipakai untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran dalam tingkat yang kecil. APAR umumnya mempunyai bentuk tabung berwarna merah dan mempunyai selang di bagian atasnya yang akan mengeluarkan air, busa, atau bahan lainnya yang bisa digunakan untuk memadamkan api.

Berdasarkan peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), setiap bangunan komersil diwajibkan untuk mempunyai tabung pemadam kebakaran atau APAR di berbagai titik di bagian dalamnya. Hal tersebut dibutuhkan supaya setiap orang yang ada di dalam bangunan bisa mengendalikan api yang masih kecil supaya dapat mencegah terjadinya kebakaran besar yang bisa mengancam keselamatan orang – orang di dalam bangunan tersebut.

APAR dapat dibawa atau dijinjing dan dioperasikan oleh satu orang saja. Berat dari pemadam api ringan biasanya dapat mencapai 0,5 kg hingga 16 kg, tergantung dari jenis APAR yang digunakan. Ketika muncul api yang ukurannya masih kecil atau terjadi kebakaran kecil, setiap orang yang berada di dekatnya bisa menggunakan APAR untuk mengendalikan api tersebut.

Disebabkan fungsinya untuk melindungi diri dari bahaya kebakaran, APAR perlu ditempatkan pada tempat – tempat tertentu dan harus gampang terlihat sehingga memudahkan orang untuk menemukan dan menggunakannya jika dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa syarat pemasangan dan penempatan APAR pada bangunan:

  1. Setiap APAR harus dipasang pada posisi yang mudah dilihat dan dijangkau serta tidak boleh terhalang oleh benda apa pun.
  2. Pemasangan APAR harus sesuai dengan jenis benda atau tempat yang dilindungi.
  3. Setiap APAR harus dipasang dengan cara menggantung dan harus terlindung, baik itu menggunakan kotak kaca atau kotak besi.
  4. Pemasangan APAR harus berada di ketinggian maksimal 1,2 meter.
  5. APAR tidak boleh dipasang di ruangan yang mempunyai suhu lebih dari 49 derajat Celcius dan di bawah 4 derajat Celcius.

Fungsi APAR bagi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) alat pemadam api merupakan peralatan wajib yang harus dilengkapi oleh setiap perusahaan dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan aset perusahaan. APAR berguna untuk mencegah dan memadamkan kebakaran yang masih kecil.

Apa saja jenis – jenis APAR berdasarkan bahan di dalamnya?

APAR dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis berdasarkan bahan yang disimpan di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa jenis APAR yang dapat Anda gunakan.

  1. APAR air (Water)

APAR water merupakan Alat Pemadam Api Ringan yang tabungnya diisi oleh air yang bertekanan tinggi. APAR air merupakan jenis APAR yang paling ekonomis dan sangat cocok untuk memadamkan kebakaran, atau api yang muncul karena bahan – bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet, plastik, dan bahan lain sebagainya. Namun, APAR air ini tidak boleh digunakan untuk memadamkan kebakaran, atau api yang muncul karena masalah kelistrikan.

  1. APAR busa (Foam)

APAR busa adalah APAR yang tabungnya diisi oleh berbagai macam bahan kimia yang dapat membentuk busa ketika dikeluarkan. Biasanya, busa yang akan dikeluarkan dari APAR jenis ini adalah busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang dapat menutupi sumber api sehingga oksigen tidak dapat masuk dan mencegah terjadinya kebakaran.

Sama seperti APAR Air, APAR Busa juga cocok digunakan untuk memadamkan kebakaran, atau api yang muncul karena bahan – bahan padat non-logam seperti kertas, karet, kain, plastik, dan lain sebagainya. Selain itu, APAR Busa juga cocok untuk memadamkan kebakaran, atau api yang muncul akibat bahan – bahan cair yang mudah terbakar seperti minyak, solvent, alkohol, dan lain sebagainya.

  1. APAR serbuk kimia kering (Dry Chemical Powder)

APAR serbuk kimia kering adalah APAR yang tabungnya diisi dengan serbuk kimia kering yang merupakan campuran dari monoammonium phosphate dan ammonium sulfate. Ketika digunakan, serbuk kimia kering akan menyelimuti sumber api dan memisahkannya dengan oksigen sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran.

APAR Serbuk Kimia Kering sangat serbaguna karena cocok digunakan untuk memadamkan kebakaran akibat benda padat, benda cair yang mudah terbakar, dan kelistrikan. Namun, APAR serbuk kimia kering tidak disarankan untuk digunakan pada perusahaan atau industri karena dapat mengotori peralatan atau barang di sekitar sumber api. Biasanya, jenis APAR ini digunakan untuk memadamkan api pada mobil.

  1. APAR karbon dioksida (CO2)

APAR karbon dioksida adalah jenis APAR yang menggunakan bahan karbon dioksida (CO2) sebagai bahan yang disimpan dalam tabungnya. Ketika digunakan, jenis APAR ini akan mengurangi kadar oksigen di sekitar sumber api sampai di bawah 12% dan sangat cocok digunakan untuk memadamkan kebakaran yang berasal dari bahan cair dan kelistrikan.

Apa saja jenis – jenis APAR berdasarkan sistem kerjanya?

Alat satu ini dapat digunakan dalam keadaan mendesak dan tidak diperbolehkan untuk digunakan bermain – main dengan alat ini, terutama jika dilakukan oleh anak – anak. Oleh sebab itu, alat ini harus diperhatikan peletakannya agar dijauhkan dari jangkauan anak – anak tetapi juga harus terlihat jelas supaya mudah digunakan dengan efektif. Jenis APAR bisa digolongkan berdasarkan dua sistem kerja berikut ini.

  1. Stored pressure system

Karena alasan kesederhanaannya, alat satu ini adalah salah satu yang paling popular. Dalam sistem tekanan penyimpanan, tekanan tidak melewati kartrid tetapi sebaliknya, tekanan bercampur langsung dengan media.

Indikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui kapasitas APAR tertera pada alat berbentuk tabung berwarna merah. Selain itu juga alat ini mempunyai pengait pada bagian atas yang berfungsi untuk mengunci jumlah APAR yang bocor dengan efektif supaya tidak gampang bocor.

  1. System cartridge pressure

APAR ini mengukur kecepatan secara tidak langsung. Tidak ada indikasi untuk mengukur jumlah konten dalam alat. Akibatnya, sulit bagi pengguna untuk mengetahui apakah konten alat ini ada atau tidak ada.

Bagaimana cara menggunakan APAR di area kerja sesuai prosedur?

APAR merupakan alat pencegah terjadinya kebakaran yang biasanya ada di setiap titik bangunan. Oleh karena itu, setiap orang dapat menggunakannya bahkan ketika mereka hanya sendiri. Berikut ini adalah prosedur penggunaan APAR dan proses pemadaman api menggunakan APAR yang aman dan sesuai:

  1. Tarik atau lepas pin pengunci tuas

Setiap APAR pastinya mempunyai sebuah pin yang berfungsi untuk mengunci tuasnya supaya tidak dapat digunakan dengan sembarangan apalagi dibuat mainan. Untuk menggunakannya, pertama – tama Anda harus menarik atau melepaskan pin pengunci pada tuas tersebut.

  1. Arahkan slang

Apabila tuas APAR sudah berhasil dilepas segelnya, sekarang Anda perlu mengarahkan selangnya ke sumber api. Pastikan untuk mengarahkannya dengan benar dan tegak karena terkadang air, busa, atau bahan yang ada di dalam APAR akan keluar dengan kecepatan yang tinggi.

  1. Tekan tuas

Apabila sudah mengarahkan ujung selang dengan benar dan mengambil posisi yang kuat untuk memadamkan api, selanjutnya Anda hanya perlu menekan tuas saja. Pastikan untuk menekannya dengan kencang karena terkadang APAR sudah mulai berkarat karena tidak pernah digunakan dalam waktu yang lama.

  1. Kibas slang

Ketika bahan pemadam sudah keluar dari APAR, pastikan untuk mengibas slangnya ke berbagai arah agar dapat menutupi seluruh sumber api. Dengan begitu, api tidak akan menyebar dan Anda dapat mencegah terjadinya kebakaran.

Aspek – aspek yang harus diperhatikan ketika menggunakan APAR

Selain mengetahui cara penggunaan APAR dan mengenal berbagai macam jenis – jenis APAR berdasarkan bahan didalamnya, berikut adalah aspek – aspek apa saja yang harus diperhatikan agar proses pemadaman api tidak mengalami kendala:

  1. Saat menyemprotkan APAR, jangan menyemprotkannya pada posisi yang berlawanan dengan arah angin.
  2. Jangan menekan tuas APAR dan menarik safety pin secara bersamaan.
  3. Pastikan untuk membawa tabung yang berukuran besar dengan memanggulnya, dan bukan dengan mengangkat atau menjinjingnya.
  4. Gunakan APAR dengan jarak 3 meter sampai 5 meter dari sumber api.

Itulah dia pembahasan lengkap mengenai tata cara menggunakan APAR di area kerja sesuai prosedur. Dengan mengikuti panduan tersebut, proses pemadaman api bisa dilakukan dengan efisien sampai api dapat terkendali. Usahakan untuk selalu perhatikan aspek – aspek penting ketika memadamkan api.

Jika Anda membutuhkan APAR untuk disimpan di bangunan kantor atau bangunan komersial lainnya, Anda bisa membelinya di toko serba ada atau di marketplace.

Posted in Tips & Trik and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *