Larangan BAB di toilet bus ternyata bukan menghindari bau
Belakangan ini bus jarak jauh ataupun bus pariwisata dilengkapi toilet untuk memudahkan penumpang yang ingin buang air. Selain itu, penyematan toilet dilakukan supaya perjalanan bus tidak banyak berhenti ketika penumpang ingin buang air, sehingga waktu tempuh menjadi lebih cepat.
Namun begitu, sebetulnya ada aturan penggunaan yang perlu diikuti oleh seluruh penumpang. Sebab toilet di dalam bus tidak dilengkapi dengan septic tank atau tempat penampungan kotoran. Jadi jika Anda BAB di toilet bus maka kotoran akan langsung jatuh ke bawah “jalan raya” yang bisa membahayakan pengendara lain.
Menurut penjelasan dari salah satu sopir bus PT Kramat Djati Asri Sejati Jakarta, Sidiq Cahyono, toilet bus hanya boleh dipakai atau digunakan pada saat bus berjalan. Apabila bus berhenti, toilet tidak boleh digunakan.

Larangan BAB di toilet bus ternyata bukan menghindari bau
“Toilet pada bus kan tidak memiliki septic tank untuk menampung limbahnya. Biasanya, langsung dibuang ke bawah (permukaan jalan). Meskipun ada tandon, itu tidak digunakan untuk menampung (kotoran besar). Itu hanya digunakan untuk buang air kecil saja. Bukan buang air besar,” tuturnya ketika ditemui tim Kompas.
Pembuangan air kotornya pun tidak sembarangan. Pipa pembuangan punya posisi menjorok ke dalam sasis. Selain itu, pipanya dibuat fleksibel dan cukup panjang dan menjuntai rendah sehingga pengendara lain tidak terciprat.
Umumnya, toilet bus diletakkan di bagian belakang bus. Beda cerita pada bus double decker atau maxi bus, toilet diletakkan di bagian tengah bawah dekat tangga penempatan ini ada alasannya.
“Bus besar meletakkan toilet di bagian kanan atau kiri belakang bersebelahan dengan smoking room. Alasannya, agar tidak mengganggu penumpang dan interior bus tampak terlihat luas,” pungkasnya.
Nah soal peraturan larangan BAB di toilet bus, kernet bus Kramat Djati dijelaskan Sidiq biasanya mengunci toilet bus ketika dalam posisi berhenti di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), rest area, hingga kapal penyebrangan.
Penumpang akan diarahkan untuk mengakses fasilitas WC yang sudah disediakan oleh tempat pemberhentian. Upaya ini menghindari kejadian yang pernah viral di media sosial belum lama ini, ada tinja yang jatuh saat bus mengantre di SPBU.
“Kalau hendak buang air besar dan posisi bus sedang berjalan, silahkan menghubungi sopir, kernet maupun pegawai bus yang bertugas. Kami akan mencari SPBU, rest area atau fasilitas toilet terdekat bagi penumpang,” ucap Sidiq Cahyono.
Untuk pembersihan berkala, tangki air kotor akan disemprot dengan jetpump. Sedangkan, toilet di dalam bus akan dibersihkan dan didisinfeksi setelah bus sampai di garasi.
Itulah alasan kenapa tidak boleh BAB di toilet bus dan hanya boleh menggunakan toilet bus ketika bus berjalan saja. Semoga artikel ini bisa menjawab pertanyaan Anda ya, jika Anda memiliki masukan atau saran bisa Anda tulis pada kolom komentar di bawah. Terimakasih.