Mengenal biopori dan sumur resapan beserta manfaatnya bagi kehidupan
Ketika artikel ini ditulis, musim hujan sudah mulai turun. Sebagai Negara yang bermusim tropis, Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi, khususnya ketika musim hujan yang akan datang sebentar lagi dari bulan Desember – April. Di kota besar sudah menjadi hutan beton air hujan mengalir begitu saja tanpa meresap ke dalam tanah. Tanpa disadari aliran air hujan yang melimpah dan terbuang begitu saja adalah rejeki yang terbuang begitu saja. Sumur resapan dan biopori adalah dua cara yang efektif yang bisa dilakukan untuk mengolah air hujan supaya dapat meresap dan ditampung di dalam tanah, khususnya di wilayah perkotaan seperti Surabaya dan Jakarta.

Mengenal biopori dan sumur resapan beserta manfaatnya
Semakin langkahnya area terbuka hijau di wilayah perkotaan di Negara Indonesia, menjadikan masalah air hujan sulit untuk meresap ke dalam tanah. Padahal resapan air hujan inilah yang membantu meningkatkan sumber air bersih di dalam tanah yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air sumur. Sedangkan penggunaan sumur bor yang digunakan oleh penduduk perkotaan sangat mengurangi persediaan jumlah air tanah. Seharusnya hal ini bisa diimbangi dengan air hujan yang dapat di resapkan oleh biopori dan sumur resapan pengambilan air di dalam tanah secara berlebihan akan mendatangkan masalah yaitu penurunan permukaan tanah di atasnya. Hal ini juga akan menyebabkan masuknya air laut merembes ke perkotaan. Di wilayah Jakarta utara, air tanahnya sudah berasa asin dan tidak layak pakai apalagi layak minum.
Sekarang mari mengenal apa itu sumur resapan
Infiltration well sumur resapan adalah lubang sumur buatan yang digunakan untuk menampung air hujan atau aliran air permukaan untuk kemudian meresap ke dalam tanah dalam jumlah banyak. Hal ini menyebabkan terbentuknya cadangan air di dalam tanah. Jadi yang lebih dituju dari metode ini adalah membantu meningkatkan kuantitas air tanah. Cadangan air tanah ini akan berguna saat musim kemarau datang.
Sumur resapan memiliki diameter 80 hingga 100 cm dengan kedalaman 1,5 meter namun tidak melebihi kedalaman permukaan air tanah. Dinding sumur diperkuat dengan buis beton atau pasangan bata atau batu kosong tanpa diplester bagian dasar diisi dengan batu koral setebal 15 cm, sedangkan bagian atasnya ditutup dengan pelat beton.
Air hujan dialirkan dari talang ke dalam sumur resapan melalui jalur pipa PVC. Dibuatkan juga jalur pipa drainase jika air yang masuk melebihi daya tampungnya.
Apakah Anda ingat pada tahun kemaren tepatnya awal bulan Desember 2021 Pemerintah Provinsi Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan melakukan pembangunan sumur resapan di banyak titik di Jakarta.
Kepala Seksi Geologi dan Konservasi Air Baku Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Aditya Putra Brata, menunjukkan spesifikasi sumur resapan. Satu instalasi sumur resapan sebagaimana yang tengah dibikin di banyak ruas jalanan Ibu Kota saat ini terdiri dari sumur resapan itu sendiri, bak kontrol, dan terkadang juga dibangun di dekat saluran air hujan. Ketiga komponen sumur resapan ini dihubungkan oleh saluran pipa PVC yang mengarah ke sumur resapan.
Sumur resapan adalah bagian yang paling besar, yakni berbentuk mirip sumur, ditutup dengan pelat beton. Tutup sumur resapan berlubang sebagai jalan air untuk jatuh ke dalam sumur. Sumur resapan ini sendiri berdinding buis beton dengan diameter 100 cm (1 meter). Kedalaman sumur resapan adalah 270 cm (2,7 meter).

Bagan pembangunan sumur resapan di Jakarta
Ada empat buis beton yang dipasang sebagai dinding sumur resapan, bagian paling bawah bukan berdinding buis beton lagi, melainkan batu kali ukuran 15-25 cm, diameternya lebih kecil ketimbang buis beton di atasnya. Bila buis beton di atasnya berdiameter 100 cm (1 meter), diameter dinding batu kali adalah 80 cm.
Bila Anda melihat ada kotak kecil di sebelah sumur resapan, itulah yang disebut sebagai bak kontrol sumur resapan. Bak kontrol ini berukuran 50x50x50 cm. Jadi, kedalamannya juga 50 cm saja, tidak dalam.
Bak kontrol ini terhubung dengan sumur resapan lewat pipa PVC berdiameter 3 inci dengan kemiringan 2 sampai 5 derajat ke arah sumur resapan, karena memang ditujukan untuk mengalirkan air ke sumur resapan menembus tanah (tanpa terlihat di permukaan aspal atau trotoar). Ada saringan kawat di lubang pipa pada dinding bak kontrol, sehingga air yang masuk ke sumur resapan sudah tersaring terlebih dahulu, bebas dari sampah atau substansi penyumbat lainnya.
Bila ada saluran air hujan dari talang rumah atau jalanan, saluran hujan tersebut bakal terhubung ke bak kontrol terlebih dahulu baru akhirnya terhubung ke sumur resapan. Penghubungnya adalah pipa PVC diameter 3 inci. Terdapat pula saringan kawat di dinding saluran hujan yang terhubung ke bak kontrol.
Nah sekarang mari kita mengenal biopori dan manfaatnya
Bio pore atau biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme. Pergerakan cacing tanah, rayap, dan fauna lain yang hidup di dalam tanah. Aktivitas organisme lainnya adalah pertumbuhan akar tanaman dan tumbuhan. Lubang-lubang ini akan menjadi tempat mengalirnya air hujan ke dalam tanah. Biopori adalah cara alam menjaga daya serap tanah.
Konsep biopori ini kemudian diadaptasi untuk meningkatkan daya serap air hujan pada tanah untuk membantu mengatasi banjir. Gagasan ini dicetuskan oleh seorang peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB): Ir. Kamir R. Brata, MSc.
Gagasannya adalah membuat lubang pada tanah dengan diameter 10 hingga 15 cm dengan kedalaman sekitar 100 hingga 120 cm, tetapi tidak sampai melampaui kedalaman permukaan air tanah. Mulut lubang diberi adukan semen untuk mencegah guguran tanah yang akan menutup lubang.
Lubang tersebut diisi dengan sampah organik yang akan mengundang organisme tanah. Organisme tanah ini akan mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat menyuburkan tanah. Hasil penguraian sampah ini juga menghasilkan mineral-mineral yang baik untuk kesehatan terlarut ke dalam air tanah. Untuk membuat biopori sangat mudah untuk dilakukan dan tidak memakan banyak biaya, jadi bisa Anda terapkan di rumah Anda.
Organisme tanah mencapai sampah organik dengan membuat jalur-jalur di dalam tanah di sekitar biopori buatan tersebut. Jalur-jalur ini akan membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah.
Biopori buatan ini dibuat sebanyak 10 lubang untuk setiap 50 meter persegi luas lahan, dengan jarak antar lubang sekitar 50 hingga 100 cm.
Jadi, secara logika pemahaman sederhana, Biopori buatan ini menggunakan bantuan organisme tanah untuk dapat berfungsi dengan optimal untuk dapat meresapkan air ke dalam tanah serta sekaligus membantu menyuburkan tanah dan meningkatkan kualitas air tanah.
Dengan menerapkan kedua metode sumur resapan dan biopori ini air hujan akan bisa diserap lebih cepat oleh tanah dan meningkatkan cadangan air di dalam tanah serta sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas air tanah. Ketika musim kemarau cadangan air akan terjaga dan saat musim hujan banjir bisa diatasi. Luar biasa bukan manfaat dari membuat sumur resapan dan biopori!
Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas cara membuat biopori dan sumur resapan dengan lebih detail lagi.