Bagaimana cara mengolah minyak jelantah di rumah?
Keinginan untuk melakoni gaya hidup yang ramah dengan lingkungan atau yang disebut zero waste lifestyle memang meminta kita sedikit lebih berpikir panjang dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari. Salah satunya dalam permasalahan “mengolah minyak jelantah”.
Dengan menerapkan gaya hidup zero waste mendorong untuk mengurangi bahkan tidak menggunakan sama sekali minyak goreng sebanyak itu setiap harinya. Selain tidak sehat untuk diri sendiri, juga tidak sehat bagi lingkungan jika Anda tidak siap mendistribusikannya dengan benar.
Namun, sebagai warga negara Indonesia yang akrab sekali dengan makanan goreng – goreng, terkadang masih ada masa dimana di rumah memproduksi minyak jelantah. Jangan sampai dibuang ke wastafel cuci piring, ke lubang WC apalagi dicampur dengan sampah – sampah lain begitu saja. Ingat, sampahmu tanggung jawabmu!

Cara mengolah minyak jelantah di rumah
Apa itu minyak jelantah?
Minyak jelantah adalah minyak bekas pemakaian, bisa dalam kebutuhan rumah tangga, kebutuhan restoran dan lain – lain. Minyak ini meliputi minyak sawit dan segala minyak goreng lainnya.
Jika ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa – senyawa yang bersifat karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan. Jadi pemakaian minyak jelantah yang dipakai berkali – kali, dapat merusak kesehatan tubuh Anda, misalnya timbul berbagai penyakit seperti kanker.
Bukan hanya itu, limbah minyak jelantah ini juga mencemari tanah yang dilaluinya. Pencemaran tanah akan menyebabkan pori – pori tanah tertutup dan tanah menjadi keras sehingga tidak mampu lagi mendukung aktivitas manusia.
Apakah minyak jelantah harus dibuang?
Tentu tidak, sebab minyak jelantah masih dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat dan tidak memberikan dampak yang negatif untuk kesehatan manusia dan lingkungan sekitar.
- Sabun cuci baju
Bagi Anda yang kerja in every weekdays (senin hingga jumat), mungkin iseng bikin donuts kentang di hari libur (weekend). Setelah bikin donuts, tentu akan banyak minyak jelantah yang Anda hasilkan. Jangan khawatir, jadikan sabun cuci baju aja. Lumayan bisa lebih hemat dan lebih ramah lingkungan.
Ikuti langkah berikut untuk mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci baju:
Bahan:
- Minyak jelantah.
- NaOH (Natrium Hidroksida) atau soda sapi.
- Jahe.
- Jeruk Nipis.
- Daun Binahong.
- Air.
- Cetakan.
- Wadah dan Pengaduk.
Cara membuat
- Goreng jahe secukupnya dengan minyak jelantah untuk mengurangi bau tidak sedap.
- Saring minyak jelantah dan dinginkan.
- Timbang minyak jelantah sebanyak 200 gram.
- Masukkan NaOH (soda api) sebanyak 33.6 gram ke dalam 100 ml air (jangan terbalik, jangan sampai air yang dituang ke soda api karena bisa meledak).
- Masukkan larutan NaOH tersebut ke dalam minyak jelantah sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata.
- Aduk terus hingga mengental.
- Tambahkan jeruk nipis secukupnya untuk menambah aroma.
- Tambahkan ekstrak daun binahong sebagai bahan anti bakteri.
- Tuang ke dalam cetakan.
- Biarkan 3 -5 hari.
- Sabun siap dipakai.
- Pupuk tambahan untuk tanaman
Disebabkan minyak jelantah sudah mengalami beberapa reaksi akibat penggorengan berulang, maka reaksi tersbut menghasilkan asam lemak jenuh yang sangat tinggi. Asam lemak tersebut bisa membantu mempercepat pertumbuhan tanaman.Continue reading