Cara membuat septic tank buis beton

Septic tank adalah tempat penampungan kotoran dari toilet. oleh karenanya keberadaannya sangat penting dan merupakan kebutuhan masing-masing rumah. Septic tank buis beton adalah jenis material yang sering digunakan oleh kebanyakan orang karena materialnya yang kuat dan tahan lama.

Cara membuat septic tank buis beton sebenarnya tidak berbeda dengan pembuatan septic tank menggunakan batu bata. Hanya saja, buis beton menggunakan beton precast dan dipasang beberapa rangkaian besi di dalamnya, hal ini menambah bentuk kokoh septic tank.

 

Dalam pembuatan septic tank buis beton, ada beberapa pilihan ukuran. Hal ini menyesuaikan lahan yang tersedia di sekitar toilet yang hendak dibuat di rumah. Alternatif pilihan ukuran septic tank buis beton ini antara lain mulai dari yang terkecil yakni lebar 20 cm, 60 cm, 80 cm, dan yang paling lebar adalah 100 cm.

 

Untuk ukuran yang standar dipakai kebanyakan orang adalah 80 x 100 cm. Dengan ukuran yang relatif besar, harapannya septic tank tidak mudah penuh dan tidak perlu menyedot terlalu sering. Sehingga efektifitas di waktu maupun biaya. Akan tetapi, kembali lagi bagaimana kondisi lahan yang tersedia, jika memungkinkan 100 x 100 cm, atau bahkan lebih sempit 20 atau 40 x 100 cm pun tidak masalah.

Untuk mengetahui proses pembuatan septic tank buis beton, langsung simak langkah langkah di bawah ini.

  1. Langkah pertama untuk membuat septic tank buis beton adalah menggali dua lubang dengan ukuran menyesuaikan lahan yang tersedia dengan kedalaman 3 hingga 4 m. Buatlah lubangan dengan bentuk seperti buis beton yang hendak digunakan yang tidak jauh dari tempat toilet agar tidak mempersulit pemasangan pipa sebagai saluran air. Biasanya bentuk buis beton yang sering digunakan adalah bentuk tabung. Beri jarak sekitar ½ m antara dua lubang tersebut, karena salah satunya akan berfungsi sebagai septic tank utama yang menerima langsung kotoran dan air yang masuk melalui kloset. Sedangkan septic tank yang lain berfungsi sebagai septic tank kedua atau bisa disebut sebagai sumur resapan. Biasanya, kotoran yang masuk ke dalam sumur resapan ini hanya kotoran yang berupa cair atau sisa dari septic tank utama setelah mulai penuh. Hindari membuat lubang yang berjarak dekat dengan sumur, karena dikhawatirkan bisa mencemari sumber air pada sumurnya.
  2. Jika kedua lubang sudah digali dengan benar dan sesuai dengan ukuran serta bentuk buis beton, langkah selanjutnya adalah memasukkan buis beton ke dalam masing masing lubang sesuai kedalaman lubang yang telah dibuat. Biasanya sekitar 3 hingga 4 buis beton pada masing masing lubang.
  3. Dalam pemasangan buis beton, beri sekat pada masing masing buis beton menggunakan batu bata atau ijuk. Hal ini bertujuan agar buis beton berfungsi tahan lama.
  4. Jika semua buis beton pada masing masing lubang sudah terpasang, langkah selanjutnya adalah membuat saluran septic tank buis beton dengan kloset dan saluran dari septic tank utama menuju ke septic tank resapan. Buatlah kemiringan agar air dan kotoran yang dari kloset dapat mengalir dengan mudah ke dalam septic tank utama. Usahakan untuk menggunakan pipa dengan ukuran yang cukup besar. Hal ini bertujuan agar saluran tidak terjadi penyumbatan.
  5. Jika semua septic tank sudah terpasang dengan benar, lakukan uji coba pada kedua saluran. Gunakan air dan benda benda kecil misal tanah untuk mengujinya. Siramkan melalui toilet lalu cek pada septic tank, apakah saluran sudah berfungsi dengan baik atau belum. Jika air dan kotoran belum bisa mengalir dengan lancar, lakukan pembenaran saluran. Mungkin kemiringan pipa belum sesuai.
  6. Setelah semua uji coba dapat berjalan dengan baik, tutuplah septic tank buis beton dengan adonan beton yang telah dibuat dengan bentuk yang sesuai dengan bentuk septic tank.
  7. Langkah terakhir dalam membuat septic tank buis beton adalah memberikan pipa pvc pada septic tank resapan yang berfungsi sebagai sirkulasi udara. Hal ini disebabkan karena kotoran manusia mengandung zat kimia, yang jika dibiarkan tertutup tanpa sirkulasi udara dapat menyebabkan ledakan.
Posted in Tips & Trik and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *