Jangan ajarkan kucing buang kotoran di toilet

Jangan ajarkan kucing buang kotoran di toilet dokter hewan ungkap alasannya

Melatih kucing menggunakan toilet untuk membuang kotorannya “toilet training” tampaknya dianggap merupakan langkah teapt oleh banyak pemilik kucing.

Menurut dokter hewan asal Inggris, Holly Anne Hills, melatih kucing buang kotoran di toilet memang terdengan seperti ide bagus. Namun, sebetulnya hal tersebut tidak disarankan oleh para dokter hewan. Lantas, apa alasannya?

Jangan ajarkan kucing buang kotoran di toilet

Jangan ajarkan kucing buang kotoran di toilet

  1. Menghentikan insting alami kucing untuk menggali

Pada saat buang air besar, kucing mempunyai insting alami untuk menggali pasir atau tanah, kemudian menutupi kotorannya setelah selesai.

“Sebagian besar kucing secara alami membuang kotorannya di luar ruangan, dan Anda harus menjaga dan menghargai itu,” ucap Hills kepada Cats.

Oleh sebab itu, hills mengungkap jika melatih kucing menggunakan toilet manusia bisa menghancurkan naluri ini, berlaku juga untuk kucing peliharaan.

“Apabila suatu hari Anda mungkin ingin beralih kembali menggunakan kotak pasir, kucing Anda mungkin tidak lagi terbiasa menutupi kotorannya. Itu dapat meninggalkan bau tidak sedap di rumah dan kucing Anda bisa jadi kebingungan,” lanjutnya.

Tidak hanya sampai disitu, ketika melatih kucing menggunakan toilet, anak bulu (anabul) bisa masih mencoba menggali dengan menggores – gores dudukan toilet. Tentunya, Hills mengingatkan, ini akan merusak toilet rumah.

“Yang paling mengkhawatirkan, mereka bisa terpeleset dan jatuh ke dalam toilet saat mencoba menggali, di mana mereka bisa terluka atau tersangkut,” kata wanita tamatan University of Nottingham, Inggris itu.

  1. Kucing jadi tidak bisa mencium aroma

Kucing merupakan hewan yang suka menggunakan aromanya sendiri untuk menandai wilayahnya. Hills mengungkap, ketika kucing membuang kotoran di kotak pasir, kucing lainnya tetap bisa mencium jika telah ada “pemilik” dari tempat kotoran tersebut.

Jadi, kucing tidak suka berbagi tempat membuang kotoran dengan kucing lainnya ataupun manusia.

“Dengan melatih kucing menggunakan toilet mungkin dapat mengurangi bau tidak sedap di rumah. Namun, itu bisa membuat kucing stres,” tutur Hills.

  1. Posisi seimbang di atas toilet sulit bagi kucing

Sering kali, para pemilik kucing merasa kagum oleh keterampilan kucing ketika menjaga keseimbangan tubuhnya. Menurut Hills, posisi seimbang kucing di pagar atau dahan yang sempit memang hal yang wajar. Namun, tidak dengan menyeimbangkan diri di dudukan toilet.

“Kursi toilet adalah permukaan yang sempit dan licin yang akan jadi tantangan besar bagi kucing Anda. Jika mereka kehilangan keseimbangan, mereka bisa terpeleset dan jatuh, terluka atau tersangkut,” Hills menjelaskan.

Lebih lanjut dia mengungkap, tentu hal ini bisa membuat anabul trauma. Kucing juga bisa mengasosiasikan toilet dengan rasa takut.

  1. Pemilik tidak bisa memantau kotoran lebih lanjut

Hills mengungkapkan, jika perubahan kebiasaan buang air pada kucing merupakan tanda adanya masalah kesehatan pada kucing.

Namun, Anda sebagai pemilik tentu tidak bisa melihat pipis atau kotoran kucing jika kucing buang air di toilet yang sudah disiram.

“Buang air kecil ke dalam toilet yang penuh air membuat sulit untuk mengetahui apakah kucing mengeluarkan urine lebih banyak. Mengetahui ini dapat membantu mengindikasikan masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, atau diabetes,” ungkap Hills.

Tak hanya itu jika kucing sakit, terkadang dokter hewan meminta sampel kotoran kucing untuk memeriksa adanya parasit, mengutip Hills.

“Tentu, Anda tidak ingin mengeluarkan kotoran kucing Anda dari dalam toilet. Perubahan perilaku buang air kecil dan besar kucing sangat mudah dikenali di kotak pasir,” ujarnya.

  1. Kucing selalu susah payah melompat

Menurut Hills, tidak bisa dipungkiri jika kucing memang terkenal karena kelincahannya yang luar biasa.

“Akan tetapi, jika harus melompat ke atas toilet setiap kali mereka ingin buang air adalah hal yang dapat melelahkan bagi mereka,” tuturnya.

Lanjut hills, terutama berlaku untuk kucing yang sudah tua yang lebih mungkin menderita penyakit tertentu, seperti kesulitan pengelihatan.

“Tentunya, kondisi – kondisi tersebut memengaruhi kemampuan mereka untuk melompat dan mendarat di permukaan yang lebih tinggi,” dia menambahkan.

Jadi, melompat untuk menggunakan toilet untuk buang kotoran dapat menyebabkan kucing sakit dan stres, mengutip Hills.

“Jika tidak nyaman atau sulit bagi mereka, mereka akan segera mencari tempat lain yang lebih mudah diakses di sekitar rumah Anda, yang justru lebih akan menyebarkan bau tidak sedap di rumah,” tutupnya.

Itulah pembahasan lengkap mengenai mengajari kucing buang kotoran di toilet tidak dianjurkan. Karena beberapa alasan yang telah dijelaskan diatas. Bagaimana apakah sudah menjawab pertanyaan Anda?

FAQ

Apakah pasir kucing bisa dibuang ke dalam kloset?

Tidak disarankan untuk membuang pasir kucing kedalam kloset. Cara yang termudah dan efisien untuk membuang kotoran kucing adalah dengan mengangkat kotorannya tersebut menggunakan sekop khusus lalu masukan kedalam kantong kresek, ikat kemudian buanglah ke tempat sampah.

Apa ciri – ciri kucing diare?

Diare pada kucing tidak normal dan dapat menjadi tanda adanya penyakit. Diare dapat berupa tinja yang lembek namun terbentuk, tinja cair, atau berada di antara keduanya. Beberapa gejala diare pada kucing meliputi:

  • Perubahan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya.
  • Jumlah tinja yang lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.
  • Kucing terlihat mengejan saat buang air besar.
  • Adanya darah segar atau lendir dalam tinja.
  • Warna, konsistensi, dan bau tinja yang tidak biasa.

Bagaimana cara mengatasi WC tersumbat karena pasir kucing?

Anda bisa panggil jasa sedot WC untuk melancarkan WC yang tersumbat tersebut. Kemudian perbaiki kebiasaan Anda untuk membuang pasir kucing di plastik sampah dan buang ke tong sampah.

Posted in Tips & Trik and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *