Posisi toilet berdasar tuntunan islam

Seperti apa seharusnya posisi toilet berdasar tuntunan islam?

Toilet atau kamar mandi menjadi ruangan di dalam rumah yang tidak boleh disepelekan desain dan tatanannya, terlebih bagi umat islam.

Kamar mandi dan tempat sejenisnya digunakan untuk bersuci, mulai dari buang hajat, hingga membersihkan diri. Sementara untuk umat islam bersuci atau thaharah adalah penting dan merupakan bagian dari perintah agama lantaran teermasuk amalan wajib terkait salah satu syarat shalat yaitu suci dari hadas dan najis.

Prinsip – prinsip hukum dan ilmu fikih bersuci bisa dijadikan acuan dan landasan dalam perancangan kamar mandi berdesain islami.

Posisi toilet berdasar tuntunan islam

Posisi toilet berdasar tuntunan islam

Berikut ini adalah beberapa hal yang berhubungan dengan adab islam dalam mengatur posisi toilet berdasar tuntunan islam yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

  1. Letak posisi kamar mandi

Yang pertama memposisikan kamar mandi untuk tidak dekat dengan dapur, sebab aroma dari kamar mandi dikhawatirkan akan mengganggu selera makan anggota keluarga. Posisi toilet juga sebaiknya tidak terlalu dekat dengan ruang tamu dengan tujuan untuk mencegah aurat yang terlihat oleh tamu yang bukan mahram.

  1. Tempat wudhu

Posisi toilet berdasar tuntunan islam selanjutnya, memisahkan tempat wudhu dan kamar mandi untuk buang hajat lebih diutamakan. Untuk rumah yang memiliki tempat terbatas tempat wudhu memang sekaligus di dalam kamar mandi, hal tersebut tidak masalah.

Menurut ahli ilmu fiqih, Ustadz Habib Syauqi Al Haddad, seperti dikutip dari channel resmi Nahdatul Ulama, jika memungkinkan lebih baik berwudhu di luar kamar mandi. Namun bila terpaksa maka berwudhu di kamar mandi atau toilet maka hukumnya mubah atau boleh.

“Sekarang seumpama rumah kita sempit, tidak ada tempat wudhu kecuai di kamar mandi itu diperbolehkan. Selagi kita tidak melihat najis tersebut, terciprat ke baju kita atau anggota tubuh kita,” tuturnya.

Pertimbangan pemisahan selain berbeda fungsi dan tingkat kepentingan juga membagi kadar najis di setiap tempat. Dengan penerapan rancangan tersebut diharapkan kamar mandi atau WC di dalam rumah mendukung ibadah yang dilakukan dan menjadikan penghuninya insan yang suci lahir dan batin.

  1. Arah kloset untuk buang hajat

Islam memiliki satu arah yang disucikan yaitu arah kiblat. Arah ini digunakan untuk pedoman salat dan ibadah inti yang lain. Karena itu arah WC sebaiknya memang tidak menghadap ke kiblat. Bahkan sebaiknya kloset juga tidak dibuat ke arah membelakangi kiblat. Ini hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena jangan sampai arah yang suci ini digunakan untuk arah membuang hajat.

Dari Abu Ayyub RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian buang air jangan menghadap ke kiblat atau membelakanginya dengan kencing dan buang air besar, tapi menghadaplah ke timur atau barat”. (HR Bukhari dan Muslim).

  1. Toilet untuk tamu

Langkah lain yang juga harus diperhatikan adalah dengan memisahkan kamar mandi keluarga dan kamar mandi buat tamu. Ini sangat penting untuk diterapkan terutama jika Anda sering menerima tamu di rumah.

Kamar mandi untuk keluarga bersifat sangat pribadi, terutama jika mempunyai anggota keluarga perempuan berusia akil baligh, sehingga bisa menghindari jangan sampai banyak orang luar yang masuk.

Kamar mandi buat tamu bisa digunakan secara khusus untuk tamu saja sehingga tamu juga akan merasa nyaman. Letak dan posisi toilet dan keluarga juga harus terpisah sehingga tidak mengganggu aktifitasnya.

Itulah pembahasan mengenai posisi toilet berdasar tuntunan islam. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Anda.

Posted in Tips & Trik and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *