Apa itu septic tank dan cara kerjanya

Pastinya anda sudah pernah mendengar istilah septic tank atau tangki septic, akan tetapi masih banyak orang yang kurang begitu paham apa yang dimaksud dengan septic tank. Pengertian septic tank adalah bangunan untuk menampung limbah yang digelontorkan dari WC ( water closet). Kontruksi septic tank terdiri dari tangki pengumpul dan bidang resapan.

Biasanya septic tank dibangun di bawah permukaan tanah baik depan rumah maupun belakang rumah , misalnya dibawah garasi , atau di bawah taman depan rumah yang biasanya ditutupi oleh rumput hijau penghias halaman.

Septic tank berfungsi sebagai tempat penampungan kotoran dari kloset, peresapan kotoran ke tanah, mencegah bau yang tidak sedap dari kotoran manusia selama beberapa waktu yang tidak ditentukan. Jika tidak bermasalah, maka septic tank akan awet tanpa dilakukan penyedotan.  Jika septic tank penuh , tinja dapat disedot menggunakan mobil tinja dengan menghubungi jasa sedot wc Mitra Jasa untuk wilayah Jawa Timur.

Jadi selain untuk penampung, septik tank mestinya dibuat untuk memproses air limbah “blackwater” sebelum nantinya diresapkan ke dalam tanah atau dibuang ke pengolahan lebih lanjut. Fokus utama di sini adalah  “mengolah”. Jadi bukan cuma sekedar “penampung”. Dan septik tank adalah model pengolahan limbah cair yang paling simpel dan dapat dipunyai oleh semua bangunan atau rumah.

Di dalam septic tank yang sederhana itu sebenarnya terjadi beberapa proses penguraian biologis dan kimiawi (biokimia) yang amat rumit yang melibatkan miliaran bakteri pengurai yang secara alamiah saling bekerja sama untuk mengolah.

Pada umumnya, di alam ada 2 golongan bakteri yakni yang memerlukan oksigen (aerob) dan yang tidak memerlukan oksigen (anaerob). Sifat bakteri itulah yang digunakan pada system pemrosesan limbah yang juga dibagi menjadi 2, system aerob dan system anaerob. System aerob bekerja lebih cepat namun membutuhkan energy, sedangkan system anaerob bekerja lebih lambat namun menghasilkan energy. Sistem anaerob ini yang salah satunya dipakai dalam pembuatan biogas.

Di dalam septik tank, bakteri pengurai memproduksi enzim dan enzim itulah yang menguraikan limbah. Mereka memproses sangat lambat tapi pasti, bahkan sampai berbulan-bulan sebelum kotoran tersebut terurai dengan sempurna. Pada situasi normal kurun waktu 2 bulan, cuma 50% limbah yang mampu diuraikan dan dalam waktu 5 bulan baru 80%. Dengan kata lain, jika kita buang air hari ini, sampai 2 bulan ke depan, kotoran kita hanya 50% diolah.

Limbah tinja mengandung komposisi kimia yang amat kompleks sehingga digunakan konsep umum yang dapat menggambarkan tingkat polutan, salah satunya COD (Chemical Oxygen Demand). Yaitu banyaknya oksigen yang dibutuhkan supaya bahan kimia yang terkandung terurai sempurna. Makin tinggi kandungan COD, makin tinggi tingkat pencemarannya. Ini cuma dapat diukur di laboratorium. Blackwater mempunyai nilai COD sekitar 10.000 (mg/L), limbah dari dapur mulai 500, air sungai di Jakarta ada di sekitar 50, air sungai di pegunungan 0. Untuk pusat-pusat perdagangan atau penginapan, pemerintah mensyaratkan air limbahnya harus diolah hingga COD nya di bawah 80 sebelum dibuang ke sungai.

Posted in Tips & Trik and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *