Cara benar buang popok bayi, masih banyak yang salah!
Pemakaian popok bayi sekali pakai memang praktis. Sayangnya, engak semua orang tahu cara membuang popok bayi bekas pakai. Padahal, ada banyak sekali dampak merugikan bagi lingkungan dan sekitar jika membuang popok bayi dengan cara yang salah. Mari, simak informasi lengkapnya di sini.

Cara benar buang popok bayi
Dampak membuang popok dengan cara yang salah
Pengeluaran terbesar setiap orang tua setelah mempunyai bayi, tak jauh dari harus beli popok, beli susu formula (jika menggunakannya), serta biaya Kesehatan. Ya, walapun pilihan clothing diaper atau clodi banyak dipilih oleh beberapa ibu, para ibu lainya juga lebih suka menggunakan popok sekali pakai untuk bayi dan anak – anak sampai ia bisa potty training.
Meskipun praktis, sayangnya popok bayi juga bisa mengundang berbagai resiko jika tidak dibersihkan dan di buang dengan cara yang benar. Popok bekas kotor yang dibuang ke tempat sampah secara langsung, bisa mengancam kesehatan orang lain, seperti petugas kebersihan, dan bisa menyebar lagi ke banyak orang lain yang mungkin bersentuhan dengan sampah tersebut. Selain itu, jika TPA tempat pembuangan akhir tidak dibangun sesuai standar yang benar, bakteri dari kotoran dapat berpindah ke dalam air tanah dan mencemari lokasi disekitarnya.
Apakah Anda tahu, ada lebih dari 100 virus yang bisa dideteksi dalam kotoran manusia, dan banyak di antaranya bisa hidup berbulan – bulan di luar tubuh! Bebrapa virus dan bakteri yang mungkin ada di dalam kotoran manusia antara lain :
- coli
Merupakan bakteri yang sering kali menyebabkan diare atau infeksi saluran pencernaan.
- Hepatitis
Penyakit peradangan hati ini, umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Dari 5 jenis infeksi virus hepatitis yang ada, ibu hamil yang mengidap hepatitis B dan C dapat menularkan kepada bayinya melalui jalan lahir.
- Norovirus
Infeksi norovirus mengakibatkan penderitanya mengalami gejala muntah, diare, dan demam. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini, sering juga disebut sebagai flu perut.
- Salmonella
Adalah bakteri pemicu diare dan infeksi di saluran usus manusia. Bakteri ini dapat hidup di saluran usus hewan yang ditularkan ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi kotoran hewan. Ingat kasus “cokelat telur” yang ditarik dari peredaran di tahun ini? Penyebabnya adalah karena diduga banyaknya kasus orang terinfeksi salmonella akibat produk tersebut tercemar.
- Polio
Merupakan penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan sangat menular, tetapi dapat dicegah dengan melakukan imunisasi polio.
- Listeria
Infeksi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes, dapat menimbulkan gejala ringan, seperti mual dan diare, sampai gejala berat, misalnya peradangan otak. Pada beberapa kasus, listeria bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti keguguran, kelahiran prematur, dan janin mati (stillbirth).
Praktikkan cara benar membersihkan dan membuang popok bayi bekas!
Sudah siap untuk menyimak apa saja langkah – langkah cara membuang popok bayi? Berikut pembahasan lengkapnya:
- Bersihkan popok terlebih dulu
Perlu diingat, tinja tidak seharusnya berakhir di tempat pembuangan sampah karena menimbulkan banyak dampak berbahaya untuk kesehatan orang banyak. Apa pun metode pembuangan yang Anda pilih di bawah ini, ingatlah bahwa langkah pertama membuang popok harus selalu membuang isinya ke toilet dan membilasnya hingga bersih. Setelah itu, siram (flush) toilet.
- Gulung popok
Setelah dibersihkan, bungkus popok dengan rapat menjadi seperti bola. Gulung bagian depan popok dari atas ke arah belakang. Amankan dengan melilitkan perekatnya. Hal ini bertujuan untuk mengamankan sisa kotoran di dalam popok.
- Bungkus popok bekas
Tempatkan popok ke dalam wadah tertutup untuk mencegah baunya semerbak. Saat ini sudah banyak tersedia keranjang sampah khusus popok yang dirancang untuk mencegah bau popok kotor keluar dan tersebar. Sementara jika menggunakan keranjang sampah biasa, Anda bisa membungkus popok kotor tersebut dengan kantong plastik atau kantung mabuk udara yang tersedia di pesawat jika sedang bepergian.
- Buang di tempat yang tepat
Setelah popok tersegel dengan aman, tempat membuangnya juga perlu diperhatikan, lho. Hal ini terutama jika sedang berada di luar rumah. Nah, ada beberapa tempat yang harus dihindari untuk membuang popok, seperti kamar mandi atau dapur rumah orang lain, di luar di mana tidak ada tempat sampah, di pesawat terbang dengan memberikannya kepada pramugari, serta ruang kecil dan tertutup.
Perlu di ingat jangan pernah membuang popok bayi kedalam kloset, karena bisa menyebabkan WC mampet dan tersumbat. jika sudah terjadi maka kloset tidak bisa digunakan dan Anda tidak bisa melakukan kegiatan yang semestinya di kloset.
- Cuci tangan
Perlu di ingat, kotoran bisa menampung virus dan bakteri, bahkan jika tangan ibu terlihat bersih dan tidak ada residu yang menempel. Cucilah tangan Anda dengan sabun dan air selama 10 menit, atau bisa langsung menggunakan hand sanitizer jika Anda sedang tidak memiliki akses lansung ke wastafel, demi memastikan tangan Anda aman dan bersih.
Bagaimana, sebetulnya enggak terlalu sulit kan, cara buang popok bayi ? yuk, mulai ubah kebiasaan lama dengan cara baru demi kenyamanan dan Kesehatan keluarga Anda!
Beberapa kuman yang sudah ditulis di atas, hanyalah beberapa dari banyak lagi kuman lainnya yang terdapat pada popok kotor dan bisa menyebabkan penyakit, bahkan Ketika anak sehat. Tangan yang terkontaminasi dapat menyebarkan banyak kuman, kemudian menyebabkan orang sakit melalui penyakit bawaan makanan.
Oleh sebab itu, penting untuk Anda mengikuti langkah membersihkan dan cara membuang popok bayi, terutama jika Anda akan menyiapkan makanan sesudahnya.