Cara merawat septic tank agar tidak mencemari lingkungan

Cara merawat septic tank agar tidak mencemari lingkungan

Tidak banyak orang yang sadar jika ada banyak sekali masalah yang dapat dihindari hanya dengan mengetahui cara merawat septic tank. Mulai dari masalah sederhana seperti septic tank penuh, sampai masalah yang lebih serius seperti pencemaran lingkungan skala besar dan timbulnya masalah kesehatan pada masyarakat sekitar.

Dengan semakin padatnya wilayah permukiman di seluruh Indonesia, maka urusan tentang pencemaran lingkungan harus lebih diperhatikan. Karena pengolahan limbah yang tidak tepat pun harus segera disadari oleh semua orang.

Permasalahan ini baru sering dibahas belakangan ini, sebab daerah permukiman di Indonesia jaman dahulu tidak sepadat sekarang. Sehingga walaupun limbah diolah secara alami di tanah, tidak ada sumber air dan lingkungan yang tercemar karena volume limbah yang masih sedikit.

Cara merawat septic tank agar tidak mencemari lingkungan

Cara merawat septic tank agar tidak mencemari lingkungan

Tapi, sekarang ini kondisinya sudah berubah itulah kenapa kita perlu tahu cara merawat septic tank untuk kepentingan diri sendiri sekaligus lingkungan sekitar.

Bagaimana cara kerja septic tank?

Untuk lebih paham bagaimana cara merawat septic tank, Anda perlu tahu bagaimana cara kerja tempat pengolahan limbah ini secara sederhana.

Dalam tiap septic tank, umumnya terdapat 3 elemen utama, yaitu:

  • Dinding bata dan tutup beton kedap air
  • Pipa T
  • Bak kontrol

Dinding bata pada septic tank berfungsi agar tidak ada air bersih yang masuk, begitupun dengan tutup beton di atas septic tank. Sedangkan bak kontrol berfungsi untuk mengecek kondisi aliran air septic tank tanpa harus membongkar tutup beton. Biasanya, bak kontrol dibuat setiap 3 meter jika jarak antara kloset dan septic tank sangat jauh.

Asal Anda tahu di dalam septic tank, terdapat bakteri yang tugasnya menguraikan limbah dan kotoran manusia supaya terpisah dengan kandungan air di dalamnya. Limbah air yang ada di dalam septic tank akan mengalir ke daerah sumur resapan, sehingga bisa di-filter secara alami oleh tanah dan tercampur dengan air tanah.

Supaya bakteri pengurai bisa terus hidup, diperlukan pipa T yang menyambung dari septic tank di bawah tanah ke permukaan sebagai jalur oksigen.

Pencemaran lingkungan dapat terjadi jika konstruksi septic tank tidak diperhitungan dengan baik, sehingga dapat menyebabkan masalah berikut ini.

  • Ada limbah kotoran yang ikut terbawa dengan limbah cair ke jalur sumur resapan.
  • Septic tank cepat penuh dan limbahnya menguap ke permukaan.
  • Sering tercium bau tidak sedap di sekitar lingkungan permukiman.

Limbah kotoran yang ikut terbawa ke sumur resapan lah yang bisa menyebabkan paling banyak masalah jangka panjang. Salah satunya adalah tercemarnya lingkungan, sehingga banyak masyarakat yang terserang penyakit perncernaan seperti diare, hepatitis, disentri, dan kolera.

Cara merawat septic tank agar tidak mencemari lingkungan

Setelah mengetahui bagaimana cara kerja septic tank secara garis besar, sekarang waktunya Anda pelajari bagaimana cara merawatnya supaya tidak mencemari lingkungan. Intinya, jangan lakukan hal – hal yang dapat menganggu proses pengolahan limbah di dalam septic tank, misalnya:

  • Membuang limbah sabun dalam jumlah banyak ke dalam kloset.
  • Menutup pipa udara septic tank T dengan bangunan atau benda lain.
  • Membuang limbah yang non-organik ke dalam kloset.
  • Membiarkan bakteri tanpa pernah menambah jumlahnya lagi.
  • Tidak pernah menyedot limbah di septic tank.

Nah, mari kita pelajari dengan lebih detail bagaimana pengaruh keempat poin di atas dan bagaimana cara merawat tempat penampungan limbah yang benar.

  1. Jangan membuang limbah sabun dalam jumlah banyak

Secara tidak sengaja, pasti ada limbah sabun yang ikut terbuang masuk ke dalam kloset. Baik ketika Anda sedang mandi, buang air, ataupun sedang membersihkan lubang kloset. Padahal, kebiasaan seperti ini sebetulnya bisa menganggu pengolahan limbah di dalam septic tank.

Sisa sabun dapat membunuh bakteri di dalam toilet, sehingga proses penguraian kotoran jadi jauh lebih lama. Sehingga banyak limbah yang belum terpisahkan sepenuhnya antara limbah cair dan padat, namun sudah terbawa arus ke sumur resapan.

Selain itu, air limbah sabun juga akan terus mengalir ke sumur resapan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem di daerah tempat air tanah berkumpul, contohnya jumlah eceng gondok yang terlalu banyak di derah danau dan rawa.

  1. Pastikan pipa T dalam kondisi terbuka di atas permukaan tanah

Selanjutnya, banyak masyarakat yang belum paham pentingnya peran pipa T dalam lingkungan sekitar. Seperti yang sudah dikatakan tadi, pipa ini berfungsi sebagai jalur oksigen agar bakteri pengurai di septic tank bisa tetap hidup. Namun, banyak yang justru beranggapan pipa ini menjadi sumber penyakit karena terhubung dengan septic tank.

Tidak sedikit kasus dimana pipa angin – angin T septic tank malah ditutup atau bahkan dihilangkan sepenuhnya. Sebab keluar bau tak sedap dari dalam pipa tersebut.

Cara sebenarnya seperti itu malah memperburuk keadaan. Jika ditutup, maka bakteri akan mati kehabisan oksigen dan proses penguraian malah jadi semakin lambat.

Jika pipa T mengeluarkan bau tak sedap, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkannya. Misalnya karena septic tank sudah penuh dan mulai masuk ke permukaan pipa, posisi pipa terlalu rendah sehingga pernah terendam banjir, dan masih banyak lagi.

  1. Isi kembali bakteri secara rutin

Masih tentang bakteri, Anda juga bisa mengisi kembali bakteri pengurai di dalam septic tank. Bakteri ini bisa dibeli di toko online atau toko peralatan rumah tangga.

Umumnya, jasa sedot WC dan septic tank yang berkualitas akan mengisi kembali bakteri tiap kali menguras septic tank pelanggannya.

Jika Anda belum pernah memanggil jasa sedot WC, bakteri juga bisa diisi sendiri setiap 2 sampai 3 tahun sekali.

  1. Jangan buang limbah non-organik ke kloset

Meskipun hal ini sudah sering diingatkan, masih banyak masyarakat yang tidak paham dan tetap membuang sampah ke dalam kloset. Bahkan, sampah yang dibuang merupakan sampah non-organik seperti bekas popok dan pembalut, kemasan sampo sachet, dan masih banyak lagi.

Bukan cuma akan merusak septic tank, tetapi kebiasaan ini juga dapat membuat toilet menjadi sering mampet sebab terjadi sumbatan pada pipa salurannya.

Bahkan sebenarnya, membuang sembarangan jenis tisu kedalam lubang kloset juga tidak boleh, kecuali tisu WC khusus yang bisa larut jika terkena air.

  1. Sedot septic tank setiap 2 tahun sekali

Yang terakhir dan paling penting, sedot septic tank paling tidak sekitar 2 tahun sekali. Jika rumah Anda masih menggunakan septic tank model lama, jangka waktu menyedotnya mungkin harus lebih sering, paling tidak 1 atau 2 tahun sekali.

Jangan lupa, pastikan memesan jasa kuras septic tank yang profesional dan terpercaya, seperti Mitra Jasa. Sebab kualitas pengerjaannya akan memengaruhi seberapa cepat septic tank penuh lagi dan mencemari lingkungan sekitar.

Perusahaan jasa sedot limbah yang profesioanal juga tidak akan membuang bekas limbah tinja yang sudah di sedot ke sembarang tempat.

Hasil limbah yang sudah diangkut hanya boleh dibawa ke tempat pengolahan limbah lumput atau disebut IPLT.

Seperti itulah cara merawat septic tank agar tidak mencemari lingkungan. Jika di sekitar rumah Anda banyak yang sering mengalami masalah pencernaan, sakit perut khususnya pada anak – anak, waspadai bagaimana kondisi septic tank di sekitar lingkungan tersebut.

Posted in Tips & Trik and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *