Cara pemasangan bio septic tank

Cara pemasangan bio septic tank

Septic tank merupakan salah satu wadah yang digunakan untuk menampung limbah atau kotoran. Baik itu limbah yang berasal dari WC, kamar mandi, hingga limbah yang lainnya. Saat ini sendiri terdapat beberapa jenis septic tank yang bisa Anda pilih saat ingin memasangnya. Seperti septic tank konvensional yang kebanyakan orang sudah menggunakannya. Akan tetapi, tersedia juga bio septic tank yang merupakan pilihan lainnya. Anda tentu akan penasaran tentang bagaimana cara pemasangan bio septic tank tersebut.

Cara pemasangan bio septic tank

Cara pemasangan bio septic tank

Namun sebelum mengetahui bagaimana cara pasang bio septic tank, ada baiknya Anda menyimak terlebih dahulu perbedaan antara septic tank konvensional dengan bio septic tank di bawah ini.

Mengenal lebih jauh septic tank konvensional dan bio septic tank

Seperti yang sudah dikelaskan sebelumnya, terdapat dua jenis septic tank yang saat ini bisa Anda jadikan pilihan saat ingin membangun wadah limbah tersebut. Yang pertama yakni septic tank konvensional dan yang kedua adalah bio septic tank. Lantas seperti apa itu septic tank konvensional? Septic tank konvensional umumnya sebuah wadah yang terdiri dari beberapa sekat atau ruangan. Yang mana setiap ruangan atau sekat tersebut memiliki perannya masing-masing.

Seperti pada sekat septic tank konvensional yang berisi bak penampungan serta penguraian. Pada bagian tersebut digunakan sebagai wadah yang menampung dan wadah untuk pengendapan kotoran. Dengan begitu tekstur dari limbah yang sudah ada di wadah tersebut dapat menjadi lebih cair agar lebih mudah diresap pada proses selanjutnya.

Sementara pada bagian bak peresap dapat digunakan sebagai wadah peresap cairan limbah toilet ke area tanah. Adapun jarak antara wadah resapan dengan sumber air bersih yang ada di rumah layaknya mata air atau pun sumur setidaknya harus mencapai 10 hingga 15 meter. Dengan jarak tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi pencemaran air bersih dan terhindar dari bakteri yang berasal dari limbah itu sendiri.

Lalu seperti apa itu bio septic tank?

Bio septic tank merupakan sebuah wadah yang sudah menggunakan bio technology pada sistem penguraian limbahnya. Pada bio septic tank tersebut memakai bakteri yang dimanfaatkan untuk melakukan penguraian kotoran. Dengan begitu di dalam wadah tersebut terciptalah sebuah sistem yang dapat menghemat ruang. Dengan begitu proses yang didapat pun akan jauh lebih maksimal.

Selian itu, dalam hal pemurnian hasil limbah cair juga dapat dikatakan lebih ramah lingkungan. Akan tetapi, pemasangan dari bio septic tank tersebut harus benar-benar dilakukan sesuai standar.

Jika tidak maka tentu saja kinerja dari bio septic tank tersebut hanya akan menyebabkan fungsinya yang tidak dapat berjalan dengan maksimal. Lantas, seperti apa cara pemasangan bio septic tank yang tepat dan sesuai standar? Anda bisa mengetahuinya pada penjelasan di bawah ini.

Cara pemasangan bio septic tank yang tepat

Saat ini sudah tersedia septic tank model terbaru yang bisa Anda jadikan pilihan. Yang mana septic tank tersebut sudah menerapkan cara bioteknologi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan septic tank yang lainnya. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara memasang bio septic tank tersebut?

  • Langkah pertama yang perlu Anda siapkan adalah lokasi dimana septic tank tersebut nantinya akan dibuat.
  • Kemudian Anda bisa mulai menentukan lokasi penggalian yang nantinya digunakan sebagai tempat tanki bio septic tank. Ada baiknya Anda memilih lokasi yang berdekatan dengan pembuangan air kotor.
  • Selanjutnya, Anda bisa melakukan penggalian tanah dengan ukuran yang lebih besar 50 cm dari tanki bio septic tak yang digunakan. Hal tersebut dilakukan agar Anda dapat memasukkan tanki dengan lebih mudah ke dalam lubang.
  • Kedalaman galian untuk tanki ini sendiri bisa Anda sesuaikan juga dengan saluran pipa kloset.
  • Selanjutnya pastikan posisi kloset terpasang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan septic tank. Dengan begitu kotoran atau limbah yang terbuang nantinya dapat berjalan atau mengalir dengan lancar menuju ke tanki yang sudah disiapkan.
  • Untuk penggaliannya sendiri perlu padat dan rata. Apabila di area galian tersebut mengandung air, maka akan lebih baik jika Anda membuangnya terlebih dahulu.
  • Selanjutnya, Anda bisa memasang pondasi pada bagian di bagian dasar galian yang nantinya digunakan untuk menopang tanki bio.
  • Anda bisa melakukan perekatan pada pondasi tersebut menggunakan semen dan adonan pasir pada umumnya.
  • Jika pondasi sudah kering, maka Anda sudah bisa untuk memasang tanki ke lubang yang sudah digali.
  • Kemudian Anda bisa mengatur pipa inlet untuk diarahkan pada WC. Sementara pipa outlet bisa Anda arahkan menuju parit pembuangan.
  • Selanjutnya, Anda bisa melakukan pengisian air pada bio septic tank sampai separuh saja.
  • Selanjutnya, Anda bisa menimbun bagian samping tanki dengan memakai tanah kemudian padatkan.
  • Isi tanki dengan air sampai penuh, jika sudah timbun lagi tanki tersebut sampai batas tutupnya.
  • Sebelum itu pastikan inlet dan outlet sudah dipasang sesuai dengan bagiannya.
  • Anda bisa melakukan pengecekan pada setiap sambungan sehingga tidak akan terjadi kebocoran nantinya.
  • Mulai tutup tanki dan putar sampai kencang agar tidak ada kebocoran.
  • Jika Anda ingin membebani bagian atas tanki tersebut maka cukup dengan melakukan pengecoran beton bertulang dengan ketebalan 10 cm saja.
  • Terakhir Anda bisa melakukan percobaan dengan cara menyiram air dari WC apakah dan bio septic tank Anda pun sudah siap untuk digunakan.

Ternyata sangat mudah bukan bagaimana cara pemasangan bio septic tank tersebut? Anda bisa menggunakan bio septic tank tersebut sebagai wadah limbah rumahan yang lebih ramah lingkungan.

Posted in Tips & Trik and tagged .

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *