Makanan penyebab diare yang perlu dibatasi
Diare merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang cukup umum dialami oleh banyak orang. Lantaran, hal yang bisa memicu dan menjadi penyebab penyakit diare bisa ditemukan dengan gampang sehari – hari. Ya, salah satu pemicunya yaitu mengonsumsi makanan penyebab diare secara berlebihan.
Contoh makanan penyebab diare yang mungkin sudah sering Anda dengar yaitu hidangan pedas. Pasalnya, hidangan pedas terbuat dari bahan yang mengandung capsaicin, seperti cabai rawit. Capsaicin ini akan memberikan sensasi panas pada saluran pencernaan.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, capsaicin bisa menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan dan nantinya mengakibatkan terjadinya diare.

Makanan penyebab diare yang perlu dibatasi
Selain makanan pedas, ada beberapa jenis makanan penyebab diare lainnya yang perlu untuk Anda ketahui. Dengan begitu, Anda dapat membatasi konsumsinya supaya tidak terlalu berlebihan. Mari, Simak apa saja makanan menyebabkan diare tersebut berikut ini.
Makanan penyebab diare yang perlu dibatasi konsumsinya
Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya mengeluarkan feses berbentuk encer serta frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare ini diakibatkan oleh terinfeksinya saluran pencernaan seseorang dengan virus atau bakteri patogen.
Lantas, apa penyebab diare benar – benar diakibatkan oleh makanan? Sebenarnya, makanan menyebabkan diare ini bukan menjadi istilah yang tepat. Hal yang menjadi masalah bukanlah makanannya melainkan bakteri atau virus patogen yang mengontaminasi sajian tersebut.
Alih – alih sebagai penyebab diare, beberapa makanan memang diketahui bisa memicu serta memperburuk diare yang terjadi. Beberapa menu makanan yang bisa memicu serta memperburuk diare di antaranya yaitu hidangan tinggi lemak, makanan pedas, susu, minuman berkafein tinggi, dan masih banyak lainnya.
- Susu
Makanan penyebab diare yang pertama adalah susu. Terlebih, susu ini mengandung salah satu jenis gula bernama laktosa dan ada beberapa orang yang memiliki kondisi intoleransi laktosa.
Intoleransi laktosa merupakan suatu kondisi yang menyebabkan sistem pencernaan seseorang tidak memiliki enzim untuk memecah laktosa menjadi energi. Akibatnya, laktosa tersebut akan langsung dibuang oleh tubuh lebih cepat berupa diare.
- Minuman tinggi kafein
Minuman tinggi kafein diketahui dapat merangsang sistem pencernaan untuk berkontraksi. Jika terjadi secara berlebihan, kontraksi pada sistem pencernaan tersebut akan mengakibatkan seseorang mengalami diare.
Beberapa contoh minuman tinggi kafein yang perlu dibatasi konsumsinya adalah kopi dan minuman bersoda, serta teh hitam.
- Makanan pedas
Makanan pedas dipercaya dapat memperburuk gangguan pencernaan, seperti diare. Makanan pedas biasanya memakai bumbu dengan cita rasa kuat, seperti cabai rawit, cabai merah.
Cabai rawit mempunyai senyawa capsaicin yang akan memunculkan sensasi rasa panas pada saluran pencernaan. Karena hal itulah, makanan pedas yang mempunyai senyawa capsaicin ini bisa menyebabkan iritasi sehingga membuat seseorang mengalami diare apabila dikonsumsi secara berlebihan.
- Bawang putih
Bawang putih menjadi salah satu makanan penyebab diare karena mengandung senyawa yang bisa membuat sistem pencernaan melepaskan gas. Jika berlebihan, gas tersebut bisa memicu terjadinya iritasi usus besar atau IBS.
Bawang putih juga mempunyai kandungan serat tidak larut yang akan mempercepat proses pencernaan makanan di dalam tubuh. Apabila sedang mengalami diare, hal tersebut tentunya akan memperburuk kondisinya biasanya ditandai dengan buang air besar yang terus – terusan.
- Bawang Bombay
Sama seperti bawang putih, bawang bombay juga memiliki senyawa yang memicu terjadinya pelepasan gas pada sistem pencernaan. Di samping itu, bawang bombay diketahui memiliki kandungan fruktan, yaitu salah satu jenis karbohidrat yang sulit untuk dicerna oleh tubuh.
- Makanan tinggi lemak
Makanan tinggi lemak seperti kuah santan, diketahui dapat memicu terjadinya gangguan pencernaan. Pasalnya, penguraian lemak di dalam tubuh ini cukup sulit dan diketahui dapat memicu peningkatan kadar air pada usus.
Selain itu, makanan tinggi lemak juga dapat menyebabkan asam lambung naik dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit GERD.
- Kembang kol dan brokoli
Selain sebagai sayuran pemicu naiknya asam lambung, kembang kol dan brokoli didapati akan memperburuk diare yang dialami oleh seseorang. Kembang kol dan brokoli diketahui kaya akan serat. Apabila belum terbiasa mengonsumsi makanan kaya serat dalam porsi banyak, hal tersebut dapat mengakibatkan diare.
- Makanan yang menggunakan pemanis buatan
Makanan penyebab diare selanjutnya adalah yang mengandung pemanis buatan. Pasalnya pemanis buatan, seperti sorbitol atau fruktosa tidak bisa dicerna dengan baik oleh tubuh terlebih apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Itu adalah beberapa makanan penyebab diare yang konsumsinya perlu Anda batasi sebaik mungkin. Terlepas dari membatasi konsumsi makanan menyebabkan diare, Anda juga harus menjaga kebersihan alat makannya supaya terhindar dari kontaminasi virus ataupun bakteri pathogen.