Penyebab nyeri saat buang air kecil yang wajib diwaspadai
Sebagian besar kasus nyeri saat buang air kecil terjadi karena terganggunya oragan kandung kemih. Namun, tidak menutup kemungkinan jika kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada organ di sekitarnya, misalnya masalah pada organ reproduksi.
Meski bisa terjadi pada siapa saja, sakit saat buang air kecil lebih sering dialami oleh wanita. Maka untuk itu, baik wanita ataupun pria perlu mewaspadai gejala tersebut. Mari kenali sejumlah penyebab kencing sakit melalui ulasan lengkap di bawah ini.

Penyebab nyeri saat buang air kecil
Penyebab nyeri saat buang air kecil
Nyeri ketika buang air kecil bisa disebabkan oleh beberapa faktor, muali dari infeksi saluran kemih, radang prostat, batu ginjal dan sebagainya. Meski begitu, bukan tidak mungkin kondisi ini disebabkan oleh beberapa kondisi medis lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter.
Salah satu penyebab umum buang air kecil sakit adalah infeksi saluran kemih, yang dapat dipicu oleh bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih dan menyebabkan peradangan. Selain itu, infeksi jamur pada alat kelamin juga merupakan kemungkinan penyebab lainnya. Berikut adalah masing – masing penjelasan tentang beberapa gangguan kesehatan yang dapat menjadi penyebab kencing sakit.
- Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyebab nyeri ketika buang air kecil yang paling sering terjadi. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui ureta dan kemudian menimbulkan infeksi. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, bakteri tersebut bisa menyebar dan berisiko menginfeksi orang lain.
ISK (Infeksi Saluran Kemih) lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Hal ini dikarenakan uretra wanita lebih pendek sehingga memudahkan bakteri masuk ke kandung kemih. Kondisi ini biasanya ditangani dengan obat – obatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter sesuai dengan penyebab infeksi tersebut.
- Penyakit menular seksual
Terdapat beberapa penyakit menular seksual yang bisa menyebabkan nyeri saat kencing, baik pada pria ataupun wanita, seperti herpes kelamin, klamidia, atau gonore. Penyakit ini sering ditularkan melalui aktivitas seksual yang berisiko, misalnya tidak menggunakan alat pengaman ketika berhubungan badan atau bergonta – ganti pasangan seks.
Cara mengatasi nyeri saat buang air kecil akibat penyakit menular seksual adalah mengonsumsi obat-obatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat untuk klamidia dan gonore sekaligus karena kedua kondisi tersebut sering kali muncul bersamaan.
- Prostatitis
Salah satu penyebab nyeri saat buang air kecil pada pria adalah prostatitis atau radang prostat. Umumnya, gejala yang menyertai prostatitis yaitu munculnya sensasi panas ketika berkemih.
Dalam menangani kasus ini, dokter biasanya memberikan obat – obatan kepada penderitanya, seperti obat pereda nyeri, obat antibiotik, obat laksatif bila terasa nyeri saat BAB, dan obat penghambat alfa jika kesulitan buang air kecil.
- Uropati obstruktif
Uropati obstruktif bisa menjadi penyebab sakit saat buang air kecil. Uropati obstruktif adalah kondisi ketika urine tidak dapat mengalir melalui ureter karena salurannya terjadi penyempitan atau terhambat sesuatu. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penyakit lainnya, seperti kista ovarium, kanker usus, batu ginjal, atau tumor di rongga panggul.
Pengobatan uropati obstruktif bertujuan untuk menghilangkan benda yang menyumbat ureter atau massa yang menekan ureter dengan melakukan operasi atau prosedur lainnya, tergantung kondisi yang mendasarinya. Urine akan kembali mengalir dengan normal ketika penyumbatan pada ureter berhasil dihilangkan.
- Batu ginjal
Selanjutnya penyakit batu ginjal, terutama yang berukuran besar akan berpotensi menghalangi urine dan nantinya akan menimbulkan rasa nyeri yang menjalar sampai ke pinggul atau di antara pinggul dan tulang rusuk, sehingga muncul rasa perih ketika buang air kecil. Gejala lain yang menyertai sakit batu ginjal yaitu nyeri di bagian perut bawah, dan munculnya darah dalam urine.
Cara mengatasi nyeri saat buang air kecil akibat batu ginjal yang bisa dilakukan di rumah adalah memperbanyak minum air mineral. Jika diperlukan prosedur penunjang, dokter biasanya akan menggunakan ureteroskop untuk melihat kondisi di dalam saluran kandung kemih pasien.
- Kista ovarium
Salah satu kemungkinan penyebab nyeri pada saat buang air kecil pada wanita yaitu kista ovarium. Selain rasa nyeri, kondisi ini bisa menimbulkan gejala nyeri pada saat menstruasi, terasa nyeri pada payudara, dan pendarahan hebar dari vagina. Selain itu, kista ovarium dapat memberikan tekanan pada kandung kemih sehingga memicu anyang – anyangan.
Pada beberapa kasus, kista ovarium dapat dihilangkan dengan hanya melakukan operasi pengangkatan kista (kistektomi). Namun, tidak menutup kemungkinan kista perlu diangkat bersamaan dengan ovariumnya (ooforektomi). Prosedur pembedahan ini biasanya menggunakan metode bedah invasif minimal (laparoskopi).
- Infeksi jamur
Buang air kecil sakit disertai dengan sensasi terbakar dan gatal di area kelamin mungkin saja disebabkan oleh infeksi jamur. Kondisi ini terjadi ketika alat kelamin terinfeksi oleh jamur candida. Cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi obat antijamur sesuai anjuran dokter.
Infeksi jamur bisa dicegah dengan menjaga kebersihan alat kelamin, terutama pada wanita sebab lebih berisiko. Ketika selesai buang air kecil atau buang air besar hindari membersihkan vagina dari belakang ke depan. Sebaliknya, bersihkan vagina mulai dari depan ke belakang. Selain itu, jaga vagina tetap dalam kondisi kering.
Itulah informasi mengenai penyebab nyeri saat buang air kecil yang perlu untuk diwaspadai. Jika Anda mersakan gejala yang tidak biasa selama proses berkemih, alagkah baiknya jika Anda segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter.
Untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap gangguan urologi, Anda bisa mengunjugi rumah sakit yang sudah dilengkapi dengan berbagai teknologi cangih untuk memberikan layanan bedah terkait gangguan prostat, tumor urothelium, batu ginjal ataupun keluhan urologi lainnya.