Perawatan septic tank setelah proses sedot WC

Perawatan septic tank setelah proses sedot WC

Septic tank merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang penting bagi sebuah hunian. Sebab septic tank tersebut dipakai untuk menampung berbagai bentuk limbah dari aktivitas WC. Dengan melihat fungsi septic tank yang begitu penting, pastikan Anda harus selalu menjaga septic tank supaya tidak cepat penuh. Apalagi setelah septic tank tersebut dikuras oleh jasa sedot WC. Selain itu, perawatan septic tank setelah proses sedot WC harus selalu dilakukan agar WC tidak mudah mampet.

Perawatan septic tank setelah proses sedot WC

Perawatan septic tank setelah proses sedot WC

Cara merawat septic tank sesudah proses sedot WC

Selama ini mungkin masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya merawat septic tank. Terlebih beberapa kebiasaan membuang sampah ke septic tank justru akan memicu septic tank mudah mampet dan penuh. Meskipun septic tank sudah disedot oleh jasa sedot WC, namun Anda tidak berupaya merawat septic tank kemungkinan septic tank akan mudah bermasalah kembali.

Berikut ini beberapa cara perawatan septic tank setelah proses sedot WC yang perlu Anda ketahui :

  1. Hindari buang sampah ke WC atau closet

Perawatan septic tank setelah proses sedot WC yang pertama yaitu hindari membuang berbagai bentuk sampah seperti tisu, kantong plastik, pembalut maupun puntung rokokĀ  ke WC atau closet. Sebab beberapa jenis sampah tersebut sulit terurai sehingga mudah memicu saluran WC mampet.

  1. Jangan buang air bekas cucian ke WC

Septic tank memiliki banyak bakteri pengurai di dalamnya yang berkembang secara alami. Agar bakteri tersebut terus bekerja optimal menguraikan kotoran, sebaiknya jangan membuang air sabun bekas cucian ke WC karena bisa membunuh bakteri pengurai. Semakin berkurang jumlah bakteri pengurai dalam septic tank, akan berpengaruh pada septic tank cepat penuh karena kotoran tidak bisa terurai.

  1. Tidak memakai air berlebihan

Anda sebaiknya tidak memakai air yang berlebihan untuk WC karena jumlah air yang banyak bisa mempercepat septic tank menjadi penuh. Selain itu, air yang banyak tersebut juga menurunkan kinerja bakteri pengurai di dalam septic tank.

  1. Menambah bakteri pengurai

Untuk merawat septic tank sesudah proses sedot WC, maka Anda bisa menambahkan bakteri khusus untuk mempercepat proses penguraian limbah. Cara perawatan ini bisa Anda lakukan setidaknya enam bulan sekali.

  1. Lakukan sedot WC secara rutin

Pastikan rutin menyedot WC sebelum mampet setidaknya setiap 1-2 tahun sekali. Hindari kebiasaan menyedot WC saat sudah mampet karena hal tersebut akan mengganggu aktivitas dan rutinitas keluarga Anda. Anda bisa mengalokasikan sejumlah dana untuk sedot WC secara rutin sehingga bisa mencegah masalah WC mampet maupun penuh yang bisa terjadi secara mendadak.

  1. Menambahkan septic tank

Apabila menurut Anda septic tank di rumah berukuran terlalu kecil, sebaiknya buatlah lubang septic tank tambahan. Anda bisa menambah setidaknya 2 jalur pembuangan agar septic tank tidak cepat penuh karena ukuran sebelumnya yang terlalu kecil. Penambahan septic tank ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang masih memiliki lahan luas karena hanya bagian bawah tanah yang akan dipakai sebagai septic tank.

  1. Membuat lubang udara di septic tank

Meskipun septic tank sudah disedot, tetapi Anda juga harus tetap memperhatikan pembuangan gas metana dari dalam septic tank. Caranya dengan membuat lubang kecil sebagai saluran pembuangan gas metana. Sebab gas metana dalam septic tank yang terlalu penuh akan mudah memicu septic tank meledak.

Meskipun saat ini septic tank Anda baru saja dilakukan proses sedot WC, namun pastikan terus merawat septic tank tersebut melalui cara-cara di atas. Dengan rutin melakukan perawatan septic tank setelah proses sedot WC , maka menjadikan septic tank tersebut berfungsi normal, tidak mudah mampet maupun penuh.

Posted in Tips & Trik and tagged , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *