Pompa pendorong air apa bedanya dengan pompa air biasa

Pompa pendorong air apa bedanya dengan pompa air biasa?

Apakah Anda bertanya pompa pendorong air apa bedanya dengan pompa air biasa? Keduanya, baik itu pompa air biasa ataupun pompa pendorong sama – sama perangkat teknologi yang berperan penting dalam distribusi dan juga penggunaan air. Keduanya juga memiliki kemampuan untuk memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain. Namun, kira – kira apa beda diantara keduanya? Simak artikel ini untuk tahu lebih jelas!

Pompa pendorong air apa bedanya dengan pompa air biasa

Pompa pendorong air apa bedanya dengan pompa air biasa

Fungsi dasar pompa air

Pompa air pada dasarnya berfungsi menggerakkan air dari satu tempat ke tempat lainnya dengan memanfaatkan tekanan. Prinsip dasar kerjanya adalah menciptakan tekanan yang menyebabkan air terdorong untuk mengalir.

Tidak hanya digunakan untuk memasok air bersih rumah tangga, pompa air juga bisa digunakan untuk mengalirkan sistem irigasi pertanian, mengatasi genangan air ketika banjir, hingga menyediakan air untuk kebutuhan konstruksi dan industri.

Perbedaan cara kerja pompa pendorong air dan pompa air biasa

Jika Anda bertanya terkait pompa pendorong air apa bedanya dengan pompa air biasa atau yang disebut dengan booster pump, maka sebelumnya kita akan membahas terlebih dulu tentang hubungan diantara keduanya.

Pompa air biasa digunakan untuk menghisap air dari dalam tanah dan pompa pendorong digunakan untuk mempercepat laju air untuk disalurkan ke seluruh penjuru rumah. Biasanya booster pump diletakkan di bawah tandon air tepatnya di pipa keluar tandon. Berdasarkan dari fungsi tersebut, keduanya saling melengkapi.

Tujuan digunakannya pompa pendorong yang pertama adalah menambah tekanan debit dan memperkencang aliran air. Pompa ini biasanya dipasang setelah pompa primer dan ditujukan untuk meningkatkan tekanan dari air yang telah dinaikkan oleh pompa primer. Namun ini berbeda – beda tergantung jenis pompa boosternya. Untuk pompa yang modelnya compact kecil umumnya hanya mempercepat aliran air tidak menambah tekanan.

Cara kerja dari pompa pendorong ini bisa menggunakan sistem sentrifugal bisa pula sistem submersible. Pompa model sentrifugal menggunakan rotor untuk meningkatkan tekanan agar bisa mengalir lewat sistem perpipaan. Sedangkan pompa submersible seringkali dipasang ke sumur atau tangki dan menggunakan impeller guna menghasilkan tekanan yang lantas diangkat ke permukaan yang lebih tinggi.

Pompa pendorong air apa bedanya dengan pompa air biasa

Pompa booster sendiri asal mulanya menggunakan mesin pompa sumur (model impeller) yang kemudian di modifikasi bagian saklar otomatisnya (pressure switch ke flow switch) untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Sebagaimana kita ketahui, pompa sumur atau pompa air biasa seringkali tidak bisa digunakan karena medan yang tidak memungkinkan atau karena faktor lain. Untuk itulah sebagai solusi digunakan pompa pendorong atau booster pump.

Namun ketika hendak memutuskan pompa yang digunakan, apakah itu pompa dengan pressure switch (pompa air biasa) atau flow switch (pompa pendorong), pertama Anda harus tahu keadaan air. Apakah air mengalir atau tidak. Jika menggunakan flow switch, air harus mengalir. Karena pompa ini hanya bisa digunakan jika ada aliran air. Jika tidak ada aliran maka pompa tidak akan bisa hidup meskipun sudah tercolok ke listrik.

Ini juga alasan kenapa pompa booster diletakkan dibawah saluran induk atau dibawah tandon. Selain itu dengan flow switch, pompa akan mati dengan sendirinya ketika toren kehabisan air. Sedangkan jika menggunakan pompa dengan pressure switch, meskipun air toren habis pompa tetap bisa menyala.

Selain hal diatas, perbedaan pompa pendorong air dengan pompa air biasa terletak pada bentuk impellernya. Untuk booster pump fungsinya hanya sebagai pendorong saja, sedangkan untuk pompa air ditujukan untuk menghisap air.

Apakah harus menggunakan kedua pompa ini?

Pompa air otomatis dilengkapi dengan pressure switch yang sifatnya mampu menghisap air yang lebih rendah dari pompa tersebut. Sedangkan pompa booster rancangan dasarnya harus ada toren atau tandon yang lebih tinggi dari pompanya. Oleh karena itulah rata-rata booster pump menggunakan flow switch.

Tapi karena harga yang mahal dan perawatan yang sulit, banyak yang mengakali booster pump menggunakan pompa air biasa. Hal ini memang bisa, yakni dengan mengganti pressure switch menjadi flow switch. Sayangnya modifikasi ini memiliki kekurangan yakni membuat pompa air lebih sering hidup mati atau istilah lainnya “cetak – cetek”.

Bagaimana dengan mengganti pompa pendorong menjadi pompa biasa? Apakah bisa? Berbeda dengan sebelumnya, mengubah pompa booster ke pompa biasa sangat tidak disarankan karena model impeller dari pompa pendorong tidak dirancang untuk menghisap air. Penggunaan pompa ini ditujukan ketika tekanan air kecil sehingga dibutuhkan tenaga lebih untuk bisa menyalurkannya ke seisi rumah.

Pertimbangan sebelum memilih pompa booster

Perlu diketahui, beberapa jenis pompa booster memiliki sistem pemanas dan penyaringan yang mampu meningkatkan kualitas air yang melewati sistem perpipaan. Namun ingat, pemilihan pompa ini harus tepat dan didasarkan pada kebutuhan dimana pompa tersebut akan digunakan.

Selain itu dalam memilih pompa booster juga tidak boleh asal karena harus mempertimbangkan kebutuhan tekanan air, jenis cairan yang hendak dipompa, kebutuhan akan tekanan air, serta ukuran pipa. Jika pompa ini dipasang dengan benar, maka akan meningkatkan kinerja sistem dan efisiensi perpipaan.

Tambahan lain, pompa booster lebih rentan terhadap kerusakan meskipun telah dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan. Pompa pendorong juga membutuhkan perawatan rutin untuk memperpanjang masa pakai dan menjaga kinerjanya.

Pompa ini juga menghasilkan suara yang cukup bising ketika dioperasikan. Pompa booster juga tidak cocok digunakan untuk sistem perpipaan yang sudah memiliki tekanan yang tinggi atau sistem perpipaan yang kecil serta sering tersumbat.

Memang dipasaran harga pompa booster lebih mahal, namun jika dilihat dari daya listriknya yang hemat serta fungsinya yang mampu menambah debit air lebih cepat, maka pompa ini cukup direkomendasikan tidak hanya untuk rumah tangga namun juga untuk keperluan industri.

Bagimana apakah Anda sudah mengetahui perbedaan dari pompa pendorong air apa bedanya dengan pompa air biasa? Jika memang iya, Anda bisa membagikan artikel ini kepada keluarga, teman yang membuthkannya supaya mereka juga ikut terbantu.

Posted in Tips & Trik and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *