Cara memasang kran air dengan mudah
Kran air merupakan benda yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari – hari. Fungsinya tidak hanya untuk mengalirkan atau menghentikan aliran air saja. Di pasaran banyak sekali variasi kran ain dan berbeda – beda penggunaannya, dengan memilih kran air yang tepat, kegiatan mencuci atau mandi pun menjadi lebih nyaman.
Untuk memasang kran air dengan pipa, Anda tidak perlu memanggil tukang, Anda bisa melakukannya sendiri. Di bawah ini kami juga memberikan informasi lengkap cara pemasangan kran air. Penasaran bagaimana caranya ? simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Cara memasang kran air
Cara pasang kran air
Proses memasang kran air dirumah bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Pastikan Anda terlebih dahulu mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti kunci inggris, seal tape, dan sarung tangan supaya proses pemasangan kran air dapat berjalan dengan lancar. Berikut ini panduan cara memasang kran air yang dapat Anda coba :
- Matikan aliran air terlebih dulu
Sebelum melepaskan kran air yang telah rusak atau bocor, sebaiknya Anda mematikan sambungan air terlebih dahulu. Putar pipa air searah dengan jarum jam untuk mematikan aliran pipa air ini. lakukan tahap ini secara perlahan sampai tidak ada lagi air yang keluar dari kran air.
- Buka kran air
Selanjutnya Anda bisa mencopot kran air yang ingin Anda ganti dengan kran air baru. Terkadang ada kran air yang hanya perlu diputar saja untuk melepasnya. Tapi ada juga kran air yang menggunakan baut. Jika kran air dirumah Anda menggunakan baut, lepaskan dahulu baut – baut ini agar proses membuka kran air berjalan lancar. Jika sudah mencopot kran air, maka waktunya melanjutkan ke langkah selanjutnya.
- Bersihkan permukaan kran
Biasanya ketika Anda telah membuka kran air yang lama, maka akan terlihat kotoran di sana. Kotoran itu sudah menumpuk sekian lama dan dapat mengganggu proses pemasangan kran air yang baru. Oleh karena itu, bersihkan kotoran dan dempulan yang ada.
Untuk membersihkannya, Anda hanya perlu menggunakan pisau dempul. Selain itu pastikan tidak ada jamur dan karat di permukaan tersebut.
- Pasang dempul baru
Selanjutnya pasangkan dempul baru jika memang kran air yang digunakan tidak beserta pelat dudukan dan dudukan karet. Pasangkan dempul di alur dudukan kran, lalu tekan dengan lembut agar mampu menahan alat tersebut.
- Pasang pelat dudukan dan kran air yang baru
Setelah memasang dempul secara sempurna, Anda memasang pelat dudukan dan kran air yang baru. Untungnya sekarang sudah banyak kran air dengan kemudahan dari sisi pemasangan. Anda hanya perlu mengikuti petunjuk yang ada sehingga kran air terpasang dengan sempurna.
- Pasang cincin penutup dan dudukan kran
Jika kran air Anda menggunakan baut, maka kencangkan setiap baut pada pelat dudukan dengan mur serta cincin penutup. Anda juga wajib mengencangkan kran di bagian tengah tersebut dengan mur dan cincin penutup. Jangan lupa untuk tetap memperhatikan petunjuk dari produsen kran tersebut.
- Bersihkan sisa pekerjaan anda
Sekarang Anda telah selesai memasang kran air. Bersihkan sisa pekerjaan yang ada di permukaan kran. Contohnya sisa dempul dan beberapa kotoran lainnya. Kalau Anda melihat hubungan kran dan dudukan masih kurang kuat, gunakan dempul atau segel untuk memperkuatnya.
- Nyalakan pipa air
Langkah terakhir adalah mencoba hasil pekerjaan Anda, sekarang Anda bisa melihat apakah kran air tersebut terpasang sempurna dengan menyalakan pipa yang ditutup sebelumnya. Coba nyalakan pipa lalu kemudian nyalakan kran air. Saat kran air menyala, pastikan tidak ada kebocoran yang terjadi.
Jika masih ada kebocoran coba matikan kran air tunggu beberapa saat dan nyalakan kembali. Jika tetap saja ada kebocoran maka Anda harus mengulangi proses pemasangan kran air tersebut sampai tidak ada kebocoran.
Cara memilih kran air
Anda tidak boleh asal-asalan saat membeli faucet atau keran air. Agar Anda tidak salah memilih, berikut beberapa poin yang harus Anda perhatikan sebelum membeli kran air.
- Jenis kran air
Terdapat beberapa macam keran air yang biasa dijual di pasaran. Di bawah ini, kami akan membahas keunggulan masing-masing tipe.
- Kran cabang
Kran cabang adalah keran air yang memiliki dua lubang air. Keran air tipe ini biasanya banyak ditemui di tempat shower hotel atau apartemen. Karena cabangnya ada dua, tuasnya juga ada dua. Tuas utama berfungsi untuk menyalakan air dan mengatur suhu panas dan dingin.
Sementara itu, tuas kedua berbentuk seperti knop yang berfungsi untuk mengubah keluarnya air. Bila tombol ini ditarik, air dari shower akan mengalir. Sebaliknya, ketika knop ditekan maka air bagian bawah yang akan keluar.
- Kran angsa
Kran air angsa, keran air ini berbentuk panjang dan melengkung seperti leher angsa. Lengkungan tersebut biasanya fleksibel digerakkan ke kanan dan ke kiri. Oleh sebab itu, kran air ini lebih cocok digunakan untuk di dapur karena akan memudahkan Anda ketika mencuci piring atau peralatan memasak.
Selain itu, bentuk lehernya yang unik juga memberikan lebih banyak ruang di tempat cuci piring. Dengan begitu, Anda akan lebih leluasa membersihkan banyak peralatan dapur. Tidak hanya di dapur, keran ini juga pas digunakan untuk bathtub.
- Kran cartridge
Jika pada umumnya tuas keran berupa engkol yang diputar ke arah kiri dan kanan, tidak demikian dengan kran cartridge. Tuas keran air ini harus diangkat ke atas agar air bisa mengalir. Setelah diangkat, keran ini ada yang bisa fleksibel diputar ke kiri dan ke kanan dan ada juga yang tidak. Jika tuasnya fleksibel, berarti keran tersebut dapat difungsikan untuk mengontrol suhu air panas dan air dingin.
- Kran taman
Keran air ini adalah yang paling sering Anda jumpai baik di tempat indoor maupun outdoor. Biasanya keran air ini tidak memiliki saringan sehingga volume air yang keluar lebih banyak. Tuas kran air taman biasanya memiliki dua tipe, yaitu tipe engkol dan tipe baling. Tuas tipe baling dapat diputar 180°, sedangkan tipe engkol hanya dapat digerakkan 90°.
- Kran minum
Selanjutnya jenis kran air minum supaya airnya mudah dipaskan ke mulut, saluran keran tipe ini menghadap ke atas. Dimensi keran ini tidak begitu besar dan sering dijumpai di fasilitas umum seperti bandara. Tekanan air pada kran minum ini juga tidak sebesar keran pada umumnya. Jadi, pengguna dapat minum dengan nyaman tanpa khawatir air akan menyemprot berlebihan.
- Kran otomatis
Nah, jenis keran air otomatis dilengkapi dengan sensor sehingga air akan otomatis menyala ketika terdeteksi objek di depannya. Setelah beberapa detik tidak digunakan airnya akan otomatis mati. Tidak hanya effortless, tetapi juga lebih hemat air, bukan? Akan tetapi, untuk cara memasang kran air otomatis ini tidak boleh sembarangan perlu orang yang sudah ahli memasangnya dan harga keran air ini cukup mahal sehingga lebih banyak digunakan di mall mewah atau hotel berbintang.
Bahan pembuatan kran air
Keran air terbuat dari beberapa bahan. Berbeda materialnya, berbeda juga daya tahannya terhadap cuaca dan suhu. Oleh sebab itu, sesuaikan letak penempatan keran dengan bahan keran yang akan Anda beli.
- Kuningan/stainless steel
Bahan kuningan dan stainless steel sama-sama memiliki daya tahan terhadap korosi yang tinggi dan tahan terhadap suhu panas. Meski begitu, keduanya tetap memiliki perbedaan yang signifikan. Keran kuningan lebih tahan bocor, sementara stainless steel memiliki harga lebih ramah kantong.
Sebenarnya warna dasar dari bahan kuningan adalah kuning, tetapi banyak produsen melapisi keran berbahan ini dengan silver chrome. Di sisi lain, warna dasar stainless steel adalah silver. Akan tetapi, stainless steel ini bisa juga diproses sedemikian rupa sehingga warnanya berubah menjadi hitam ataupun gold.
- Zinc alloy
Sekilas dilihat, warna keran bahan zinc alloy sama dengan stainless steel. Bedanya, bahan zinc alloy tidak tahan terhadap korosi. Meskipun begitu, bahan zinc alloy ini cukup kuat dan harganya lebih ekonomis.
Jika Anda ingin mempunyai keran air yang kokoh tanpa keluar banyak dana, pilihlah yang berbahan ini. Agar lebih awet, sebaiknya Anda memakai keran ini di tempat yang jauh dari bahan kimia atau zat asam lainnya.
- Plastik PVC
Keran air berbahan plastik harga jualnya paling murah. Akan tetapi, masa pakai keran plastik ini cenderung lebih sebentar dibanding dengan keran berbahan lainnya. Keran bahan plastik ada yang tahan terhadap suhu panas dan ada yang tidak. Ringan dan mudah didesain dengan aneka warna adalah kelebihan dari keran air tipe ini.
Bagaimana sudah jelas bukan bagaina cara memasang kran air beserta cara memilih kran air yang telah kami sampaikan diatas. Untuk memilih kran air yang pas, sesuaikan jenis kran air dengan keperluan Anda, misalnya menggunakan kran angsa untuk dipasang pada tempat cuci piring. Jangan sampai memilih kran air untuk keperluan yang tidak cocok dengan jenis dari kran air, nantinya akan terjadi kesulitan ketika pemasangan dan pemakaian kran air. Sekian semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.