Tips merawat septic tank agar tidak cepat penuh

Bagaimana cara mengatasi wc penuh secara alami? Rumah yang baik adalah rumah yang dapat memenuhi kebutuhan pokok penghuninya sehingga ia dapat merasakan kenyamanan. Rumah tersebut juga wajib memperhatikan faktor kesehatannya. Aktivitas BAB (Buang Air Besar) dilakukan setiap hari agar seseorang bisa tetap merasa nyaman dan sehat. Kegiatan ini dikerjakan di dalam kamar mandi yang telah dilengkapi dengan WC (Water Closet) yang bermuara ke septic tank.

Proses pembuatan septic tank perlu memperhatikan aspek-aspek tertentu sehingga usia pakainya dapat bertahan lama. Namun seiring dengan berjalannya waktu, septic tank yang dirancang sebaik apapun pasti akan menjadi penuh karena diisi dengan limbah setiap hari.

Kebanyakan septic tank di Indonesia masih menggunakan jenis yang konvensional, mungkin milik anda juga, para pemilik nantinya harus melakukan pengecekan dan penjadwalan penyedotan wc saat usia septic tank berumur 1 sampai 3 tahun, septic tank konvensional yang digunakan secara benar seperti tidak menjadikannya tempat pembuangan sampah juga mampu bertahan lama hingga lebih dari 3 tahun.

Berikut kami berikan cara merawat wc atau septic tank agar tidak cepat penuh, di sini kita mengunakan mikroba dalam jumlah banyak untuk menguraikan kotoran di dalam septic tank jika kotoran di dalam septic tank bisa di uraikan secara maksimal oleh mikroba atau bakteri pengurai yang kita buat ini dapat di pastikan septic tank akan bias bertahan lama

Alat dan Bahan :

  • 1 papan tempe mentah
  • Tape singkong secukupnya
  • 1 kg gula pasir
  • 2 botol yakul*
  • 1 galon air bersih
  • Ember

Langkah-langkah :

  1. Tumbuk tempe sampai halus. Kemudian masukkan ke dalam ember
  2. Tambahkan tape, gula, dan yakul* ke ember. Remas-remaslah semua bahan ini sampai halus dan tercampur secara merata. Kalau bisa buat bahan-bahan ini menjadi seperti bubur.
  3. Tuangkan air ke dalam ember. Aduk seluruh bahan di dalam ember hingga benar-benar tercampur rata.
  4. Pindahkan hasilnya ke dalam galon. Tutup bagian mulut galon menggunakan plastik yang diikat memakai karet gelang supaya tidak ada udara yang bisa masuk ke dalamnya.
  5. Letakkan galon tadi di tempat yang gelap dan agak lembab. Biarkan selama seminggu agar terjadi proses fermentasi di dalamnya.
  6. Setelah seminggu berlalu, Anda bisa memanfaatkan ramuan ini. Caranya tuangkan sebotol ramuan ini ke kloset lalu siram memakai air secukupnya. Kerjakan proses ini setiap hari berturut-turut sampai seluruh ramuan di galon habis.

Pada dasarnya, proses pembuatan ramuan penghancur limbah di atas mirip seperti proses pembuatan pupuk cair dan MOL, tujuan utamanya yaitu mengembangbiakkan mikroba cellulolitic sp yang mampu berperan sebagai agen pengurai sekaligus penghambat pertumbuhan bakteri pathogen, itulah kenapa di sini kita menambahkan gula karena berfungsi sebagai media perkembangbiakkan mikroba tersebut, sebenarnya kalau mau yang lebih hemat bisa memakai molase/tetes tebu tetapi sebagian orang yang tinggal di perkotaan biasanya sulit mendapatkannya.

Posted in Tips & Trik and tagged .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *